Budi Azhar Dorong MUI dan Pemerintah Perkuat Kolaborasi, Kawal Umat hingga Tingkat Kecamatan

banner 468x60

WH.SUKABUMI – Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali menegaskan pentingnya kolaborasi antara ulama dan pemerintah dalam menjaga kerukunan serta membangun kehidupan masyarakat yang lebih harmonis.

Hal tersebut disampaikan Budi Azhar usai menghadiri pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi masa khidmat 2026–2031 di Gedung Bazzul Asyhab, Pusbangdai, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Selasa (1/9/2026).

Menurut Budi, MUI memiliki peran strategis bukan hanya dalam persoalan keagamaan, tetapi juga dalam memberikan pembinaan dan menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.

Karena itu, ia menilai hubungan antara ulama dan umara harus terus diperkuat agar berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat dihadapi secara bersama-sama.

Budi juga menyampaikan apresiasinya kepada jajaran pengurus MUI Kabupaten Sukabumi yang kembali menerima amanah untuk menjalankan roda organisasi selama lima tahun mendatang.

Ia berharap kepengurusan baru tidak hanya melanjutkan program yang telah berjalan, tetapi juga berani melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang dinilai masih membutuhkan pembenahan.

“Yang sudah baik diteruskan. Yang masih kurang diperbaiki, sehingga ke depan menjadi lebih baik,” kata Budi.

Pengurus MUI Kabupaten Sukabumi periode 2026–2031 sendiri merupakan hasil Musyawarah Daerah (Musda) XII yang digelar di Hotel Agusta Cikukulu pada 21–22 Juli 2026.

Dalam forum tersebut, KH. E. Fatahillah Nadiri dipercaya sebagai Ketua Umum MUI Kabupaten Sukabumi, sedangkan KH. Encep Hadiana menjabat sebagai Sekretaris Umum.

Budi mengatakan, DPRD Kabupaten Sukabumi pada dasarnya memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan positif MUI, khususnya program yang berkaitan dengan pembinaan umat, kehidupan keagamaan dan upaya menjaga kerukunan masyarakat.

Termasuk ketika muncul pembahasan mengenai dukungan anggaran bagi kegiatan MUI hingga tingkat kecamatan. Menurutnya, kebutuhan tersebut tetap harus disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan keuangan daerah.

“Saya kira nanti pemerintah daerah akan menghitung secara baik sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Saya selalu mendukung,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan MUI diharapkan dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, termasuk dalam memberikan edukasi keagamaan dan membantu menciptakan suasana kehidupan sosial yang aman serta kondusif.

Pengukuhan pengurus MUI Kabupaten Sukabumi periode 2026–2031 tersebut mengangkat tema

“Mengokohkan Sinergi Ulama dan Umara dalam Mengawal Umat, Menjaga Kerukunan dan Mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah.”

Kegiatan turut dihadiri jajaran MUI Provinsi Jawa Barat, Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Sukabumi Abuya KH. Abdullah Mukhtar, Kepala Kantor Kementerian Agama, unsur Forkopimda, serta para pengurus MUI tingkat

Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru, MUI Kabupaten Sukabumi diharapkan mampu memperluas perannya dalam membina umat sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, kerukunan dan pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan. (Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *