Hujan, Angin hingga Petir Diterjang, AKP Bayu Sunarti Pilih Dampingi Warga

banner 468x60

WH.SUKABUMI – Sosok AKP Bayu Sunarti Agustina bukan hanya dikenal karena kepeduliannya kepada masyarakat kecil. Kapolsek Simpenan ini juga dikenal sebagai polisi wanita yang berani, tegas, sekaligus bijaksana dalam menjalankan tugas.

Bagi Bayu, jabatan sebagai Kapolsek bukan sekadar tanggung jawab administratif. Ia memilih turun langsung ketika masyarakat membutuhkan kehadiran aparat, terlebih saat bencana melanda wilayah hukumnya.

Hujan deras, angin kencang hingga sambaran petir tidak selalu menjadi alasan bagi Bayu untuk tetap berada di kantor. Ketika terjadi bencana, ia justru turun ke lapangan untuk memastikan kondisi masyarakat dan penanganan di lokasi berjalan dengan baik.

Ia bahkan tidak ingin meninggalkan lokasi sebelum situasi benar-benar tertangani dan masyarakat dipastikan dalam kondisi aman.

“Kalau ada bencana, saya tidak mau pulang sebelum memastikan masyarakat aman dan penanganannya selesai. Kita tidak boleh meninggalkan warga dalam kondisi mereka sedang membutuhkan,” ujar AKP Bayu.

Menurutnya, seorang polisi harus memiliki keberanian untuk berada di tengah masyarakat, terutama ketika situasi sedang sulit.

“Angin, hujan atau petir bukan menjadi penghalang kalau memang masyarakat membutuhkan kita. Yang paling penting keselamatan warga,” katanya.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa keberanian bagi seorang polisi bukan hanya ketika menghadapi pelaku kejahatan. Keberanian juga diperlukan ketika harus menerjang kondisi alam demi memastikan keselamatan masyarakat.

Bayu mengaku setiap kejadian di wilayah hukumnya menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, ia berusaha memastikan anggota kepolisian hadir sejak awal kejadian hingga proses penanganan selesai.

“Kalau masyarakat sedang terkena musibah, kita harus hadir. Jangan sampai warga merasa menghadapi bencana sendirian. Saya dan anggota harus berada bersama mereka,” ucapnya.

Ketegasan dan keberanian tersebut tetap diimbangi dengan pendekatan yang bijaksana. Bayu tidak ingin masyarakat hanya mengenal polisi sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai sosok yang dapat menjadi tempat masyarakat meminta bantuan ketika menghadapi persoalan.

Baginya, tugas kepolisian memiliki dua sisi yang tidak dapat dipisahkan, yakni menjaga keamanan sekaligus memberikan rasa aman.

“Polisi harus tegas ketika menghadapi pelanggaran hukum, tetapi terhadap masyarakat yang sedang membutuhkan pertolongan, kita harus mengedepankan hati dan kemanusiaan,” tuturnya.

Konsistensi AKP Bayu turun langsung ke lapangan menjadi bagian dari pengabdiannya sebagai Polwan. Tidak hanya ketika suasana aman, tetapi justru ketika masyarakat menghadapi kesulitan, ia berusaha menjadi orang pertama yang hadir.

Dari membantu warga jompo, menyambangi masyarakat kurang mampu dan memberikan perhatian kepada ODGJ, hingga menerjang kondisi bencana di wilayah hukum Polsek Simpenan, Bayu menunjukkan bahwa pengabdian tidak mengenal kata lelah.

Bagi dirinya, seragam Polwan bukan sekadar simbol jabatan. Di balik seragam tersebut ada tanggung jawab untuk melindungi, melayani dan memastikan masyarakat tidak merasa sendirian ketika menghadapi kesulitan.

“Selama saya masih dipercaya untuk mengabdi, saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Karena bagi saya, melihat masyarakat aman dan terbantu adalah kebahagiaan tersendiri,” pungkas AKP Bayu.(Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *