WH.Sukabumi – Sejumlah pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Ruang Terbuka Hijau (RTH) Citepus, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mengambil langkah nyata dengan bergotong royong membersihkan kawasan wisata dari sampah yang berserakan.

Aksi ini dilakukan demi menjaga kenyamanan pengunjung serta menciptakan lingkungan yang bersih.
Dari pantauan di lokasi, tampak para pedagang dibantu oleh petugas Balawista dan staf taman dari Dinas Perkim bahu membahu memunguti sampah yang ditinggalkan oleh wisatawan di area RTH.
Sekretaris paguyuban, Herlan Hendiasah atau yang akrab disapa Kang Aden, menyampaikan bahwa kegiatan bersih-bersih ini muncul dari kesepakatan bersama antara pengurus dan anggota paguyuban.
Tujuannya, kata dia, adalah menciptakan suasana yang nyaman dan bersih bagi para pengunjung.
“Kami ingin pengunjung betah dan merasa nyaman berada di sini. Ini bagian dari komitmen bersama seluruh pedagang di RTH,” kata Kang Aden, Minggu (6/4/2025).
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga didukung oleh berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kenyamanan wisatawan.
Kang Aden mengakui bahwa menjaga nama baik lokasi wisata sangat penting, terlebih di tengah banyaknya komentar miring di media sosial.
“Kami sadar ada kritik di luar sana, tapi kami tidak tinggal diam. Edukasi terus dilakukan, baik kepada pengunjung maupun kepada sesama pedagang agar lebih ramah dan menjaga kebersihan,” jelasnya.
Soal harga jual pun menjadi perhatian paguyuban. Kang Aden mengimbau seluruh pedagang agar memberikan pelayanan yang baik dan harga yang wajar kepada wisatawan.
“Kita tidak ingin pengunjung kecewa karena harga yang tidak sesuai. Kami ingin semua pedagang punya kesadaran bersama menjaga kepercayaan pengunjung,” ujarnya.
Lebih jauh, Kang Aden berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi tempat wisata lainnya untuk tidak bergantung sepenuhnya pada petugas kebersihan pemerintah.
“Apa yang kami lakukan ini semoga bisa ditiru tempat wisata lain. Jangan menunggu, lebih baik kita mulai dulu demi kebaikan bersama,” tandasnya. (Nanan apon)
editor : Ida













