WH.Sukabumi – Jembatan darurat di Kampung Bojong Kopo, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, kembali dihantam banjir besar pada Minggu (6/4/2025) sore. Derasnya arus sungai membuat jembatan sempat bergeser dan kendaraan tidak bisa melintas selama hampir satu jam.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Air datang mendadak dengan volume yang besar, menyebabkan arus lalu lintas dari arah kiara dua menuju Palabuhanratu dan sebaliknya tersendat parah. Antrean kendaraan pun mengular hingga ke kawasan Simpenan.
“Airnya datang besar sekali, jembatan sempat goyang. Semua kendaraan dihentikan karena khawatir terjadi apa-apa. Mobil ngantri panjang, banyak yang panik,” kata Endon (45), warga setempat, kepada wartawan.
Situasi mulai terkendali sekitar pukul 17.00 WIB, saat debit air surut dan arus lalu lintas perlahan dibuka kembali. Sejumlah relawan dan warga setempat turun tangan membantu pengaturan lalu lintas di lokasi jembatan darurat.
Feril (44), Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Loji, menyebut warga Bojong Kopo bergerak cepat begitu mengetahui kondisi jembatan terdampak.
“Warga langsung
berbondong-bondong datang untuk membantu. Kami atur kendaraan agar tidak terjadi penumpukan dan tetap tertib melintas,” ujar Feril.
Tak hanya warga, unsur TNI dari Koramil 0622/02 Palabuhanratu juga turun langsung ke lapangan. Danramil Palabuhanratu, Kapten Infanteri Amril, terlihat aktif mengatur arus lalu lintas bersama warga.
“Kami bersama masyarakat berusaha memastikan arus lalu lintas tetap berjalan aman. Ini situasi darurat, semua harus sigap,” tegas Kapten Amril.
Selain pengaturan lalu lintas, satu unit ekskavator jenis Kobelco juga dikerahkan ke lokasi. Alat berat tersebut difungsikan untuk meratakan bagian tanah yang rusak akibat terjangan air serta memperkuat struktur akses jembatan agar tetap bisa dilalui kendaraan.

Pemerintah setempat diharapkan segera melakukan evaluasi terhadap kondisi jembatan alternatif tersebut, mengingat perannya yang vital sebagai penghubung antarwilayah di Kabupaten Sukabumi. (Nanan apon)
editor : Ida













