WH.NGANJUK – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nganjuk Diduga kembali menelan catatan kelam. Sebanyak tujuh siswa dan seorang guru di SDN 1 Klurahan, Kecamatan Ngronggot, dilaporkan mengalami keluhan sakit perut hebat usai menyantap hidangan makan siang yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Alfalah, Senin (5/10/2026).
Gejala tersebut dilaporkan muncul sekitar pukul 11.55 WIB, hanya berjarak beberapa jam setelah makanan dikonsumsi para siswa dan tenaga pendidik saat jam istirahat sekolah.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun, korban terdampak terdiri dari empat siswa laki-laki, tiga siswa perempuan, serta seorang guru. Adapun identitas ketujuh siswa tersebut yakni Zila Ananda Putri, Niata Puspe Rahayu, Novalin Cordelia, Aditya Riski, Rizal Dwi Setiawan, Azika Ananda Saputra, dan Zudi Maulanan. Sementara satu korban lainnya adalah Umbro, seorang guru sekolah setempat.
Pada hari kejadian, menu MBG yang disajikan kepada para penerima manfaat terdiri dari nasi putih, sate ayam, tempe mendoan, tumis wortel dan sawi hijau, serta buah anggur.
Jeda Waktu Pengolahan dan Distribusi
Berdasarkan penelusuran awal mengenai alur produksi, bahan-bahan makanan tersebut sebenarnya telah tiba di dapur SPPG Yayasan Alfalah pada Minggu (4/10/2026) malam, antara pukul 17.00 hingga 23.00 WIB. Saat itu, bahan baku dilaporkan dalam kondisi baik dan diterima langsung oleh tim ahli gizi.
Proses pengolahan makanan baru dimulai pada Senin dini hari, sekitar pukul 02.00 hingga 04.00 WIB. Setelah selesai dimasak, makanan langsung dikemas pada pukul 04.00 WIB.
Namun, paket makanan tersebut baru didistribusikan ke SDN 1 Klurahan sekitar pukul 09.00 WIB—artinya terdapat rentang waktu sekitar lima jam dari proses pengemasan hingga makanan diterima dan disantap oleh para siswa di sekolah.
Menunggu Uji Laboratorium
Kendati gejala timbul setelah mengonsumsi sajian yang sama, pihak berwenang menegaskan bahwa status peristiwa ini masih bersifat dugaan. Kepastian mengenai penyebab pasti sakit perut massal tersebut belum dapat disimpulkan sebelum adanya hasil uji medis dan laboratorium.
Hingga berita ini diturunkan, instansi terkait dan pihak kepolisian setempat telah berkoordinasi untuk mengamankan sampel makanan, bahan baku, serta memeriksa rantai penyimpanan dan distribusi. Investigasi menyeluruh tengah dilakukan guna memastikan standar keamanan pangan dan mengantisipasi kemungkinan munculnya korban tambahan.
editor : Ida













