Survei FRRAK Legal: Akal Sehat Menelanjangi Para Elit

banner 468x60

wartahukum.net

WH.BOGOR – Forum Rakyat Revolusioner Anti Korupsi (FRRAK) di bawah kepemimpinan Dul Samson Sambar nyawa kembali menggebrak dengan survei kontroversial terhadap 100 tokoh lintas profesi: cendekiawan, mahasiswa, ASN, jaksa, polisi, hingga awak media online dan cetak.

Hasil survei ini memunculkan empat reaksi berbeda yang menggambarkan wajah publik di tengah isu panas yang digulirkan FRRAK:25 orang pertama hanya bisa geleng‑geleng kepala. Mereka menilai berita dari FRRAK “sadis”, terlalu telanjang, dan menghantam langsung ke jantung persoalan.25 orang kedua menyebut FRRAK “gokil”.

Mereka bertanya-tanya, dari mana FRRAK bisa mendapatkan informasi A1 yang begitu akurat dan berani dipublikasikan. 25 orang ketiga justru sibuk melapor ke bos masing-masing. Ironisnya, isi laporan itu menyebut bos mereka sedang “ditelanjangi habis-habisan” oleh FRRAK.

Kelompok ini digambarkan sebagai bagian dari “penyembah berhala” yang panik menghadapi sorotan.25 orang terakhir memilih menyimak dengan tenang. Namun, bukan untuk merenungi substansi, melainkan memutar otak bagaimana isu panas dari FRRAK bisa diubah menjadi cuan.

Ketua FRRAK, Dul Samson Sambarnyawa, menegaskan bahwa survei ini bukan sekadar permainan opini, melainkan potret nyata reaksi publik terhadap keberanian FRRAK membuka tabir.

“Survei ini legal dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami tidak sedang bermain-main, kami sedang menegakkan akal sehat. Ada yang geleng kepala, ada yang kagum, ada yang panik, dan ada yang oportunis. Semua itu menunjukkan betapa isu yang kami angkat benar-benar mengguncang,” ujar Dul Samson,” Sabtu (3/10/2026).

Ia menambahkan, FRRAK akan terus menyuarakan kritik keras terhadap elit dan birokrasi yang dianggap menutup mata.“Kami tidak takut menelanjangi siapa pun yang menyembah berhala kekuasaan. Akal sehat harus jadi senjata rakyat. Salam akal sehat, sambarnyawa,” tegas Dul Samson.

Analisis

Survei FRRAK memperlihatkan empat wajah publik: kaget, kagum, panik, dan oportunis. Reaksi berlapis ini menegaskan posisi FRRAK sebagai pengganggu status quo dengan informasi yang dianggap “sadis” namun sahih.

Dul Samson tampil sebagai narasumber yang tidak hanya menyampaikan data, tetapi juga menegaskan sikap perlawanan terhadap elit yang dianggap menyembunyikan kebenaran.

Reporter: Rachman/Hoeriyah.

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *