Tiga Kandidat, Satu Kursi Ketua: Pertarungan IJTI Sukabumi Raya Tinggal Menghitung Hari

banner 468x60

WH.SUKABUMI – Persaingan menuju kursi Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Sukabumi Raya periode 2026–2029 semakin menghangat. Pemilihan ketua dalam Musyawarah Korda (Muskorda) III IJTI Sukabumi Raya kini tinggal menghitung hari.

Tiga nama jurnalis televisi telah resmi masuk dalam bursa pencalonan. Mereka adalah Rizki Gustana dari tvOne, Ahmad Fikri dari CNN, dan Budi Setiawan dari iNews TV.

Ketiganya kini memiliki kesempatan untuk menyampaikan gagasan, program, serta visi-misi kepada para anggota IJTI Sukabumi Raya sebelum proses pemilihan berlangsung.

Ketua Panitia Muskorda III IJTI Korda Sukabumi Raya, Panji Aprianto, memastikan seluruh tahapan pendaftaran bakal calon telah ditutup. Setelah tahapan tersebut, proses berlanjut pada masa sosialisasi dan penyampaian visi-misi para kandidat.

“Pencalonan Ketua IJTI sudah ditutup tadi malam. Alhamdulillah muncul tiga nama yang mencalonkan diri, yaitu Rizki Gustana dari tvOne, Ahmad Fikri dari CNN, dan Budi Setiawan dari iNews TV,” kata Panji, sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, keberadaan tiga kandidat tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi sekaligus memberikan pilihan kepada anggota dalam menentukan arah IJTI Korda Sukabumi Raya untuk periode mendatang.

Panji berharap pelaksanaan Muskorda dapat berlangsung dalam suasana demokratis, terbuka dan tetap mengedepankan kebersamaan antarjurnalis televisi.

Adu Gagasan Tiga Kandidat
Rizki Gustana mengusung visi mengenai kemerdekaan pers yang mampu memberikan pendidikan, mencerdaskan masyarakat dan tetap dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Dalam misinya, Rizki menitikberatkan perhatian pada kesejahteraan anggota, penguatan fungsi jurnalistik sebagai kontrol sosial, perjuangan terhadap hak-hak jurnalis, serta pengembangan peluang ekonomi melalui kolaborasi usaha.

Ia juga memasukkan aspek advokasi profesi dan peningkatan kompetensi wartawan melalui Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) yang diselenggarakan berdasarkan standar Dewan Pers.

Sementara Ahmad Fikri membawa gagasan menjadikan IJTI Sukabumi Raya sebagai organisasi yang adaptif, berintegritas dan progresif. Ia juga menempatkan perlindungan terhadap jurnalis televisi serta jurnalisme berdampak sebagai bagian penting dari arah organisasi.

Sejumlah program yang ditawarkan di antaranya memperkuat hubungan strategis dengan pemerintah daerah, lembaga sipil dan aparat, membangun ruang dialog mengenai keamanan kerja jurnalis, serta mendorong peliputan kolaboratif yang mengangkat potensi lokal.

Ahmad juga menawarkan pembentukan tim reaksi cepat untuk pendampingan hukum ketika terjadi intimidasi terhadap jurnalis, memperluas akses UKJ, serta mencari peluang kemandirian ekonomi organisasi dengan tetap menjaga independensi redaksi.

Sedangkan Budi Setiawan menawarkan konsep IJTI Korda Sukabumi Raya sebagai rumah bersama yang solid, responsif dan inklusif bagi seluruh jurnalis televisi.

Program yang ditawarkan Budi mencakup pembenahan tata kelola organisasi, penguatan solidaritas anggota, layanan advokasi dan perlindungan hukum, hingga peningkatan kapasitas profesional melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi.

Budi juga menekankan pentingnya hubungan strategis dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum dan berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan ruang kerja jurnalistik yang aman dan independen.

Selain itu, ia mendorong penguatan fungsi media televisi dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang dan edukatif bagi masyarakat Sukabumi.

Tinggal Menunggu Hari Pemilihan

Dengan telah ditetapkannya tiga nama kandidat, perhatian anggota IJTI Sukabumi Raya kini tertuju pada tahapan akhir menuju Muskorda III.

Ketiga kandidat membawa fokus program yang memiliki penekanan berbeda, mulai dari kesejahteraan dan advokasi jurnalis, perlindungan hukum, peningkatan kompetensi, kemandirian organisasi hingga penguatan peran pers dalam pembangunan daerah.

Pertarungan memperebutkan kursi Ketua IJTI Korda Sukabumi Raya periode 2026–2029 pun tinggal menghitung hari. Dinamika komunikasi dan penyampaian visi-misi kandidat diperkirakan menjadi bagian penting sebelum para anggota menentukan pilihan dalam forum Muskorda.

Hasil Muskorda nantinya akan menentukan arah kepengurusan IJTI Korda Sukabumi Raya selama tiga tahun ke depan.(Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *