WH.SUKABUMI – Menanggapi ramainya perbincangan publik terkait antrean kendaraan di akses IGD RSUD Palabuhanratu, pihak pengelola parkir PT Karya Kencana Solutindo akhirnya angkat bicara. Perusahaan menegaskan bahwa pemasangan portal di jalur IGD memiliki tujuan utama menjaga keamanan kendaraan pengunjung dan keluarga pasien.
Perwakilan pengelola parkir, Agung Sulaksana, menyebut keberadaan portal bukan kebijakan sepihak perusahaan, melainkan mengikuti arahan dan kesepakatan dengan manajemen rumah sakit,”Ungkapnya kepada wartawan lewat sambungan watsyap, Senin 29/12/2025.
Menurutnya, sebelum portal diberlakukan, area IGD kerap menjadi jalur keluar-masuk kendaraan yang tidak tertib.
“Tanpa pengaturan, banyak kendaraan keluar melalui pintu IGD. Itu rawan kehilangan dan mengganggu ketertiban,” ujarnya.
Terkait video viral yang menyebut kendaraan tertahan hingga belasan menit, Agung menilai klaim tersebut perlu diverifikasi.
Ia meminta agar durasi antrean tidak disimpulkan hanya dari potongan video tanpa pengecekan data pendukung.
“Semua terekam CCTV. Dari situ bisa dipastikan apakah benar sampai 15 menit atau hanya beberapa menit saja. Jangan sampai opini publik digiring tanpa dasar yang jelas,” katanya.
Meski demikian, pihak pengelola mengakui adanya kemungkinan kelalaian petugas di lapangan. Agung menyebut kejadian tersebut bisa dipicu oleh keterlambatan respons petugas, termasuk kemungkinan pergantian shift atau kondisi tertentu yang membuat portal tidak segera dibuka.
“Kami tidak menutup mata. Jika terbukti ada kelalaian karyawan, itu menjadi tanggung jawab kami dan akan kami evaluasi,” tegasnya.
Soal permintaan rumah sakit agar portal menuju IGD dicabut, Agung menyampaikan keberatan. Menurutnya, pencabutan portal harus disertai solusi pengamanan yang jelas, terutama menyangkut tanggung jawab jika terjadi kehilangan kendaraan.
“Pertanyaannya sederhana, kalau portal dilepas dan terjadi kehilangan, siapa yang bertanggung jawab? Kami ada untuk melindungi konsumen,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa gangguan teknis pada portal dipengaruhi faktor cuaca. Saat kejadian, hujan deras diduga memicu gangguan pada sistem elektronik portal.
“Alat buatan manusia pasti punya kelemahan. Terkena air, ada kemungkinan eror. Tapi kami siap melakukan perbaikan agar ke depan lebih optimal,” katanya.
Menanggapi perbandingan dengan rumah sakit lain, Agung menyebut bahwa sistem portal di akses IGD bukan hal baru. Ia mengklaim beberapa rumah sakit besar di wilayah Sukabumi juga menerapkan sistem serupa.
“Di RS Sekarwangi dan RS Bunut, akses IGD juga diportal. Ini praktik umum dalam sistem parkir modern untuk menjamin keamanan pengunjung,” ujarnya.
Meski demikian, Agung menegaskan pihaknya terbuka terhadap evaluasi bersama rumah sakit agar sistem keamanan tetap berjalan tanpa menghambat pelayanan kegawatdaruratan.
“Kami bertanggung jawab penuh soal parkir, tapi keselamatan pasien juga penting. Ke depan harus ada solusi yang seimbang,” pungkasnya. (Nanan Apon)
editor : Ida













