WH.Sukabumi – Kematian Elan alias Samson yang penuh kejanggalan dinilai keluarga bukan sekadar kasus pengeroyokan, melainkan aksi pembunuhan yang diduga kuat telah direncanakan. Keluarga mendesak aparat kepolisian segera menangkap semua pelaku, termasuk dalangnya, yang hingga kini masih berkeliaran bebas.
“Pada Jumat (18/4/2025), keluarga korban bersama kuasa hukumnya mendatangi Mapolres Sukabumi untuk meminta perkembangan terbaru dari kasus kematian Samson. Kedatangan mereka disambut oleh penyidik Satreskrim Polres Sukabumi dalam suasana terbuka dan penuh penghormatan terhadap proses hukum.
“Hari ini kami hadir bersama keluarga korban untuk menanyakan langsung perkembangan kasus almarhum Samson. Kami sangat mengapresiasi sambutan dan keterbukaan dari penyidik,” kata Tusyana Priyatin, S.H., Ketua DPC Serikat Pengacara Indonesia (SPI) Sukabumi Raya, sekaligus kuasa hukum keluarga korban.
Menurut Tusyana, penyidik menyampaikan bahwa kasus ini sudah masuk tahap satu, dan alat bukti telah dikumpulkan. Beberapa tersangka sudah diidentifikasi, bahkan jumlahnya bertambah berdasarkan hasil penyidikan terbaru. Namun, yang sangat disayangkan, pelaku utama diduga masih bebas di luar.
“Hasil visum dari RS Polri Kramat Jati yang baru kami terima akan memperjelas siapa saja yang berperan dalam kematian korban, baik yang melakukan kekerasan maupun yang menggunakan senjata tajam. Tapi yang membuat kami khawatir, masih ada pelaku yang belum ditangkap. Artinya, mereka masih berkeliaran bebas,” tegas Tusyana.
“Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Hartono, membenarkan adanya kunjungan dari pihak keluarga dan kuasa hukum korban. Ia menyebut saat ini penyidik sedang memenuhi petunjuk dari jaksa penuntut umum (JPU) agar perkara segera dilimpahkan ke tahap dua.
“Tadi keluarga datang bersama PH menanyakan perkembangan perkaranya. Penyidik sedang memenuhi petunjuk JPU agar segera tahap dua. Alhamdulillah, keluarga memahami proses yang sedang berjalan,” ujarnya.
Sementara itu, Ruswandi, paman almarhum Samson, menegaskan bahwa keluarga menginginkan kasus ini diusut tuntas hingga dalangnya ditangkap dan semua pelaku dihukum seberat-beratnya.
“Kami ingin keadilan. Jangan sampai ada yang dilindungi. Kami percaya kepada pihak kepolisian, tapi kami juga akan terus mengawal kasus ini agar tidak mandek dan semua pelaku, termasuk dalangnya, ditangkap,” kata Ruswandi.
Keluarga dan kuasa hukum menyatakan komitmennya untuk terus mengawal proses hukum ini. Mereka mendesak agar polisi segera bertindak cepat dan tegas menangkap pelaku utama yang masih bebas, agar tidak ada lagi nyawa yang menjadi korban.
“Apabila pelaku ini tidak dijerat pidana, pasti akan ada kejadian yang terulang. Karena membunuh teh te di hukum ning,” ungkap Ruswandi. (Nanan apon)
editor : Ida













