Miris! Istri Hamil Tua di Surade Diduga Jadi Korban Pembacokan Suami

banner 468x60

WH.SUKABUMI – Dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi di wilayah Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Seorang ibu rumah tangga berinisial NK (28) mengalami luka bacok serius di bagian dahi hingga leher yang diduga dilakukan oleh suaminya sendiri.

Akibat kejadian tersebut, korban sempat dibawa warga ke RSUD Jampangkulon untuk mendapatkan pertolongan medis. Korban dilaporkan mengalami pendarahan hebat akibat luka pada bagian wajah dan kepala.

Kapolsek Jampangkulon AKP Muhlis membenarkan adanya peristiwa dugaan penganiayaan tersebut. Kepastian itu diperoleh setelah pihaknya melakukan pengecekan langsung ke rumah sakit.

Muhlis menegaskan, lokasi kejadian bukan berada di wilayah hukum Polsek Jampangkulon, melainkan di Desa Sirnasari, Kecamatan Surade.

“Informasinya benar, ada kejadian KDRT atau pembacokan. Namun, untuk tempat kejadian perkara berada di wilayah Desa Sirnasari, Kecamatan Surade,” kata Muhlis saat dikonfirmasi, Sabtu (17/10/2026).

Berdasarkan data awal yang diperoleh dari pihak rumah sakit, korban diketahui berinisial NK, beralamat di Kampung Bojongsempor, Desa Sirnasari, Kecamatan Surade.

Kondisi korban dilaporkan cukup serius hingga dokter menyarankan agar yang bersangkutan menjalani perawatan intensif. Namun, pihak keluarga memutuskan membawa korban pulang setelah mendapatkan penanganan awal di rumah sakit.

“Dokter sebenarnya menyarankan agar korban dirawat secara intensif karena luka yang dialaminya cukup parah. Namun, pihak keluarga memilih membawa korban pulang. Kejadiannya kemarin, dan tadi subuh korban sudah dibawa pulang oleh keluarga,” ungkap Muhlis.

Sementara itu, informasi dan laporan awal mengenai peristiwa tersebut telah diteruskan kepada Satreskrim Polres Sukabumi untuk ditindaklanjuti.

Hingga berita ini ditulis, motif dugaan penganiayaan tersebut belum diketahui secara pasti. Keberadaan suami korban yang diduga sebagai pelaku juga masih menjadi bagian dari penanganan kepolisian.

Aparat kepolisian masih perlu melakukan pendalaman untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian serta memastikan pihak yang bertanggung jawab atas penganiayaan tersebut.(Nanan Apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *