Kunjungi Pembangunan Gedung Sekolah Percontohan SDN I Salonsa, Asfar Sebut Program Pemkab Morowali untuk Perkuat Mutu Pendidikan

banner 468x60

WH.Morowali –  Sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan, Pemerintah Kabupaten Morowali membangun gedung Sekolah percontohan SDN 1 Solonsa, Desa Solonsa, Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali.

Sekolah percontohan ini, diharapkan menjadi salah satu model sekolah dasar percontohan.

Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Kerja Iksan Bersama Rakyat (IBR), Asfar, mengunjungi lokasi pembangunan sekolah tersebut pada Jumat (18/9/2026). Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya melihat langsung perkembangan pembangunan fasilitas pendidikan yang diprogramkan Pemerintah Kabupaten Morowali.

Asfar mengatakan, pembangunan sekolah percontohan merupakan salah satu program pemerintah daerah di bidang pendidikan di bawah kepemimpinan Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf.

Menurut dia, perhatian pemerintah daerah terhadap pendidikan tidak hanya diwujudkan melalui program beasiswa, tetapi juga melalui penguatan fasilitas dan kualitas satuan pendidikan.

“Selain daripada beasiswa pendidikan, Pemerintah Kabupaten Morowali di bawah kepemimpinan Bapak Iksan Baharudin Abdul Rauf juga memprogramkan sekolah percontohan,” kata Asfar kepada media.

Pembangunan SDN 1 Solonsa sebagai sekolah dasar percontohan tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan fisik gedung sekolah.

Lebih dari itu, sekolah percontohan diharapkan dapat menjadi model penyelenggaraan pendidikan yang menggabungkan kualitas infrastruktur, proses pembelajaran, tata kelola, serta lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan peserta didik.

Konsep tersebut penting karena kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh keberadaan ruang kelas yang memadai.

Sekolah membutuhkan lingkungan belajar yang aman, fasilitas yang menunjang, tenaga pendidik yang berkualitas, tata kelola yang baik, serta sistem pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan peserta didik.

Dalam konteks itu, pembangunan SDN 1 Solonsa dapat ditempatkan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat pelayanan dasar di bidang pendidikan, khususnya pada jenjang pendidikan dasar.

Pendidikan dasar merupakan tahap penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

Pada jenjang ini, peserta didik memperoleh kemampuan fundamental seperti membaca, menulis, berhitung, berpikir kritis, membangun karakter, serta belajar berinteraksi dengan lingkungan sosial.

Kemampuan tersebut menjadi fondasi bagi proses pendidikan pada jenjang berikutnya.

Karena itu, investasi pemerintah pada pendidikan dasar memiliki dimensi jangka panjang. Dampaknya tidak selalu terlihat secara langsung, tetapi berhubungan dengan kualitas sumber daya manusia yang akan mengisi pembangunan daerah pada masa mendatang.

Morowali sebagai daerah dengan perkembangan ekonomi yang pesat juga membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perubahan.

Pertumbuhan sektor industri dan ekonomi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan agar masyarakat lokal memiliki kesempatan yang semakin besar untuk mengambil bagian dalam pembangunan.

Sekolah percontohan idealnya tidak berhenti pada pembangunan gedung atau penyediaan fasilitas fisik.

Model tersebut perlu diterjemahkan ke dalam kualitas layanan pendidikan yang dapat dirasakan langsung oleh siswa, guru, dan masyarakat.

Karena itu, pembangunan SDN 1 Solonsa memiliki tantangan lanjutan setelah infrastruktur selesai. Fasilitas yang dibangun perlu diikuti dengan pengelolaan yang baik, pemeliharaan berkelanjutan, peningkatan kapasitas guru, serta sistem pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Dengan pendekatan tersebut, sekolah percontohan dapat menjadi ruang untuk mengembangkan praktik pendidikan yang kemudian dapat dipelajari dan diterapkan pada sekolah lain.

Program ini juga memperlihatkan bahwa pembangunan pendidikan memiliki dua sisi yang saling melengkapi.

Beasiswa membantu membuka akses peserta didik terhadap pendidikan, sementara pembangunan dan penguatan satuan pendidikan membantu memastikan tersedianya lingkungan belajar yang layak.

Keduanya dapat menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan mutu pendidikan di Morowali.

Kehadiran sekolah dengan fasilitas dan tata kelola yang lebih baik pada akhirnya ditujukan untuk kepentingan peserta didik.

Mereka merupakan kelompok yang akan merasakan manfaat pembangunan pendidikan dalam jangka panjang.

Karena itu, pembangunan SDN 1 Solonsa sebagai sekolah percontohan tidak hanya dapat dilihat sebagai proyek pembangunan infrastruktur, tetapi juga sebagai investasi terhadap masa depan sumber daya manusia Morowali.

Kunjungan Asfar ke lokasi pembangunan menjadi momentum untuk melihat secara langsung proses tersebut.

Program sekolah percontohan diharapkan dapat menghadirkan standar layanan pendidikan dasar yang semakin baik, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menjadikan pendidikan sebagai salah satu fondasi pembangunan Morowali.(Dian)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *