WH.SUKABUMI – Jajaran resmob Satreskrim Polres Sukabumi membongkar jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dalam Operasi Libas 2026. Hanya dalam waktu sekitar 10 hari, polisi mengungkap 14 tempat kejadian perkara (TKP), menangkap 12 tersangka, serta menyita 60 sepeda motor yang diduga berkaitan dengan aksi kejahatan tersebut.
Operasi Libas digelar sejak 18 hingga 27 Agustus 2026. Pengungkapan perkara dilakukan setelah polisi menelusuri sejumlah rekaman kamera pengawas atau CCTV yang merekam aktivitas para pelaku di sejumlah lokasi.
Wakapolres Sukabumi Kompol Agus Susanto mengatakan, dari 14 TKP yang berhasil diungkap, lokasi memiliki rekaman CCTV yang menjadi petunjuk penting bagi penyidik untuk mengidentifikasi para pelaku.
“Anggota bergerak berdasarkan informasi dan data yang teridentifikasi dari CCTV. Dalam kurun waktu kurang lebih 10 hari, kami berhasil mengungkap 14 TKP dengan 12 tersangka dan mengamankan sekitar 60 kendaraan roda dua,” kata Agus.
Dari hasil penyelidikan, 12 tersangka tersebut terbagi dalam enam kelompok. Polisi masih mendalami hubungan masing-masing kelompok, termasuk dugaan keterkaitan antara pelaku dengan jaringan penadah.
Enam kelompok tersebut masing-masing beranggotakan pelaku berinisial E dan M; G; G dan R; RH, PG dan B; S dan E; serta D dan A.
Polisi menyebut para pelaku merupakan kelompok yang menyasar kendaraan roda dua dengan modus menggunakan kunci letter T. Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya kunci letter T, tujuh anak kunci palsu, satu obeng, satu unit telepon seluler, serta puluhan kendaraan hasil pengungkapan.
Yang membuat modus para pelaku menjadi perhatian adalah kecepatan saat menjalankan aksinya. Dari rekaman CCTV, polisi melihat para pelaku mampu membobol kunci sepeda motor hanya dalam hitungan detik.
“Dari tayangan CCTV, mereka sudah cukup profesional. Para tersangka ini merupakan spesialis pelaku curanmor. Dalam melaksanakan aksinya, kurang lebih lima detik sudah selesai dan mereka bisa membuka kunci kendaraan,” ujar Agus.
Lokasi yang menjadi sasaran para pelaku pun beragam. Mulai dari halaman minimarket, masjid, hingga halaman rumah warga. Keberadaan CCTV di sejumlah lokasi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam proses identifikasi.
Polisi juga mengungkap, kendaraan yang diamankan dalam Operasi Libas kali ini rata-rata merupakan sepeda motor yang masih menggunakan sistem kunci konvensional.
“Selama Operasi Libas ini, rata-rata kendaraan yang diamankan menggunakan kunci T. Belum kami mengidentifikasi adanya kendaraan yang menggunakan sistem tanpa kunci atau keyless,” katanya.
Menurut Agus, penyidik masih terus mendalami kemungkinan adanya modus lain yang digunakan pelaku, termasuk terhadap kendaraan yang telah menggunakan sistem keyless.
Dari 60 kendaraan yang diamankan, polisi juga menelusuri jalur distribusinya. Sebagian kendaraan diduga disalurkan melalui pihak yang berperan sebagai penadah, sementara lainnya disebut berpindah tangan kepada perorangan.
“Untuk kendaraan tersebut, ada beberapa titik sebagai pelaku penadah yang berhasil kami amankan. Ada juga yang disalurkan kepada perorangan. Alhamdulillah sekitar 60 kendaraan bisa kami amankan,” ungkap Agus.
Polisi menyebut enam kelompok tersebut memiliki pola hubungan yang berbeda. Sebagian diduga saling berkaitan, sementara lainnya merupakan pemain yang baru masuk dan beraksi di wilayah Sukabumi.
Terhadap para tersangka dugaan pencurian, penyidik menerapkan Pasal 477 ayat (1) huruf e, f dan g serta ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Pasal tersebut memiliki ancaman pidana sebagaimana ketentuan yang disangkakan penyidik.
Sementara terhadap tersangka yang diduga terlibat dalam penadahan, penyidik menerapkan Pasal 501 huruf a UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana hingga empat tahun penjara.
Agus mengapresiasi peran masyarakat, khususnya pemilik maupun pengelola CCTV yang rekamannya membantu polisi mengungkap aksi curanmor.

“CCTV ini sangat membantu anggota kami di lapangan dalam mengungkap perkara curanmor. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang memiliki dan memberikan rekaman CCTV,” pungkasnya.(Nanan apon)
Editor : Ida













