WH.BOGOR – Minggu(20/4/25).Acara Walimatussafar yang di hadiri oleh saudara, kerabat dan tetangga.KH Endang mutadin memberikan keterangan kepada awak media warta hukum net. Begini yang di jelaskan oleh KH.endang mutadin.

kami atas nama pimpinan KBHU Miftahul Khoir,kami itu pembimbing dari perjalanan insyaallah haji dan umroh, kebetulan sudara Nana Sukarna dan ibu Ida Farida itu salah satu dari jamaah kami Miftahul Khoir yang akan berangkat insyaallah gelombang awal,mana dari walimatussafar,yang pertama karena kita akan menghadap bukan sembarang yah,kita di tanya juga namanya juga udah jadi tamu Allah,tamu Rosulullah harus bisa benar-benar memperbaiki sebelum keberangkatan itu baik sesama Allah dan Rosulullah dan baik sesama keluarga dan tetangga karena ada yang mengatakan kalau kita berangkat kesana itu harus jernihkan pikiran sucikan hati perbaiki dalam kehidupan.”ucap KH.endang mutadin.
kemudian di tegaskan juga, karena makan di sana itu bukan seperti makna yang ada di dunia lain termasuk di negara-negara lain( lain) karena di sana itu kita melakukan ritual ini adalah perintah Allah langsung, perintah Rosulullah langsung jadi bukan perintah seorang raja Salman atau raja bukan.makanya ketika mau berangkat juga karena kita manusia biasa banyak sekali kesalahan.
artinya saling maaf- memaafkan sebelum berangkat itu intinya walimatussafar.yang kedua butuh do’a untuk jamaah yang mau berangkat juga yang akan di tinggalkan sementara jadi semuanya itu hikmah daripada walimatussafar satu dengan yang lain yang tadinya kurang begitu erat akhirnya kelarlah dengan walimatussafar,yang tadinya kurang baik akhirnya baiklah sebelum berangkat,ketika akan keberangkatan sudah plong.. menurut sareat dengan hak Adami sudah beres tinggal kita kepada Allah lebih minta ampunan dan barokah.” Pungkasnya.
(Rachman/Hoeriyah)
editor : Ida













