WH.SUKABUMI – Kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menimpa Narti, seorang ibu rumah tangga di Desa Sirnasari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, menyisakan keprihatinan. Korban yang tengah hamil tua mengalami luka sayatan di bagian leher dan pipi dalam peristiwa yang diduga melibatkan suaminya sendiri.
Di tengah kondisi tersebut, Narti mengungkapkan bahwa kejadian yang dialaminya berlangsung secara mendadak. Ia mengaku tidak melihat adanya pertengkaran ataupun persoalan rumah tangga sebelum peristiwa itu terjadi.
Menurut penuturannya, sang suami sempat pulang bekerja dan menjalani aktivitas seperti biasa. Bahkan, keduanya masih menjalani rutinitas makan bersama sebelum kejadian berlangsung pada malam hari.
Saat itu, Narti sedang menyiapkan makanan setelah suaminya meminta dimasakkan kembali. Namun, ketika hendak menyajikan nasi, peristiwa yang tidak pernah dibayangkannya itu terjadi.
Narti mengaku mengalami luka sayatan di bagian leher dan pipi. Ia pun sempat mendapatkan penanganan medis di RSUD Jampangkulon akibat luka yang dideritanya.
Perempuan tersebut menegaskan bahwa selama 12 tahun membina rumah tangga, dirinya tidak pernah mengalami persoalan serius yang berujung pada kekerasan seperti kejadian tersebut.
“Alhamdulillah, selama berumah tangga tidak pernah ada pertengkaran seperti ini. Jangankan sampai kasar, membentak saja tidak pernah,” ungkap Narti.
Ia juga meminta masyarakat tidak terburu-buru membuat spekulasi mengenai persoalan rumah tangganya. Menurutnya, orang yang paling mengetahui perjalanan rumah tangga mereka adalah dirinya dan keluarga.
Narti menyatakan berniat tidak akan melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Ia berharap hubungan rumah tangganya dapat kembali membaik setelah suaminya mendapatkan penanganan yang diperlukan.
Suami Sempat Mengeluh Kondisi Tubuh Tidak Nyaman
Dalam keterangannya, Narti turut menceritakan perubahan perilaku yang sempat ditunjukkan suaminya setelah bekerja di Jakarta.
Pada suatu kesempatan, sang suami menghubunginya sekitar tengah malam dan meminta Narti bersama anak-anak pulang ke rumah orang tuanya. Alasannya, ia merasa kondisi tubuhnya tidak nyaman.
Narti mengaku tidak mengetahui secara pasti apa yang dialami suaminya saat itu. Ia hanya mengetahui bahwa suaminya bekerja di bidang konstruksi bangunan di Jakarta bersama adiknya.
Menurut penuturan Narti, pekerjaan tersebut awalnya dilakukan di rumah pribadi. Namun, karena proyek harus segera diselesaikan, jumlah pekerja ditambah dan tempat tinggal mereka dipindahkan ke sebuah rumah kontrakan.
Selama kurang lebih 10 hari tinggal di tempat tersebut, suaminya disebut mengalami kesulitan tidur. Ia juga dikabarkan mengalami demam, berkeringat, dan merasakan kondisi tubuh yang tidak nyaman.
Narti menyebut terdapat area pemakaman di dekat kontrakan tersebut. Meski demikian, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah pengalaman suaminya selama tinggal di sana berkaitan dengan peristiwa yang kemudian terjadi.
Ia juga menegaskan bahwa selama ini tidak pernah mendengar keluhan mengenai konflik pekerjaan maupun persoalan rumah tangga yang serius.
Mertua Berharap Menantu Mendapatkan Penanganan
Adam, ayah Narti sekaligus mertua pria yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut, mengaku terpukul atas musibah yang menimpa keluarganya.
Ia mengatakan selama ini tidak pernah mendengar anaknya mengadukan persoalan rumah tangga yang serius. Karena itu, ia memilih mengutamakan pemulihan kondisi menantunya dan berharap keluarga mereka dapat kembali menjalani kehidupan dengan baik.
Adam mengungkapkan bahwa keputusan keluarga untuk tidak langsung menempuh jalur pelaporan dilandasi harapan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan mempertimbangkan kondisi seluruh anggota keluarga.
Ia juga mengkhawatirkan keadaan kedua cucunya yang masih kecil, terlebih Narti tengah mengandung dan diperkirakan akan melahirkan dalam waktu sekitar dua bulan.
“Yang penting sekarang menantu saya bisa mendapatkan penanganan dan kondisinya segera membaik. Saya kasihan kepada anak-anaknya yang masih kecil, apalagi istrinya sedang hamil tua,” ungkap Adam.
Meski demikian, keluarga berharap peristiwa tersebut tidak terulang dan suami Narti dapat memperoleh penanganan yang sesuai dengan kondisi yang dialaminya.
Satreskrim Polres Sukabumi Turun Tangan
Sementara itu, Satreskrim Polres Sukabumi memastikan telah menindaklanjuti video dugaan KDRT yang beredar di masyarakat.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, mengatakan pihaknya bergerak atas instruksi Kapolres Sukabumi. Polisi telah mengundang pihak-pihak terkait, mulai dari korban, pria yang diduga sebagai pelaku, hingga tokoh masyarakat dan pemerintah desa.
Menurut Dudi, penyidik saat ini melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait, mengumpulkan bukti-bukti, serta berkoordinasi dengan rumah sakit yang sebelumnya menangani korban.
“Dari Satreskrim Polres Sukabumi, kami sudah menindaklanjuti video tersebut. Saat ini kami bekerja secara intensif melalui pemeriksaan pihak-pihak terkait, pengumpulan bukti, serta koordinasi dengan rumah sakit,” kata Dudi.
Ia menambahkan, korban telah kembali ke rumah dan sudah dapat menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Proses pendalaman masih berlangsung untuk mengungkap secara utuh peristiwa tersebut.
Keluarga Belum Mengajukan Laporan Tertulis
Terkait sikap keluarga yang menyatakan tidak ingin melaporkan kejadian tersebut, Dudi menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima pernyataan tertulis yang tercatat secara administratif mengenai hal itu.
Kepolisian, kata dia, akan kembali berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengetahui perkembangan sikap keluarga sekaligus menentukan langkah penanganan selanjutnya.
“Sampai saat ini kami belum menerima secara tertulis dan teradministrasikan terkait hal tersebut. Namun, kami akan mencoba kembali berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya.
Dudi menegaskan bahwa kepolisian mengedepankan penegakan hukum yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, penanganan perkara tersebut masih terus didalami berdasarkan pemeriksaan dan bukti yang dikumpulkan.
(Nanan Apon)
editor : Ida













