Wisata Curug Bibijilan Berujung Duka, Remaja 15 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa

banner 468x60

WH.SUKABUMI – Wisata alam Curug 7 Bibijilan di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, kembali menjadi sorotan setelah seorang pelajar ditemukan meninggal dunia di aliran sungai kawasan air terjun tersebut, Sabtu (30/5/2026).

Korban diketahui bernama M. Khoirul Fahmi (15), pelajar Madrasah Tsanawiyah asal Kampung Ciherang, Desa Cijulang, Kecamatan Jampang Tengah. Remaja tersebut datang ke lokasi wisata bersama seorang temannya untuk menikmati libur akhir pekan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban dan rekannya tiba di kawasan Curug 7 Bibijilan sekitar pukul 09.00 WIB. Tak lama berselang, korban meninggalkan temannya dengan alasan hendak ke belakang. Namun setelah ditunggu cukup lama, korban tidak kembali.

Merasa curiga, rekannya mulai melakukan pencarian di sekitar area air terjun. Saat menyusuri jalur bebatuan, ditemukan bekas pijakan yang diduga mengarah ke lokasi korban terjatuh. Upaya pencarian kemudian dilakukan hingga akhirnya sekitar pukul 12.00 WIB korban ditemukan di aliran air dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Kapolsek Nyalindung IPTU Muhamad Yanuar Fajar, SH mengatakan pihaknya langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari warga dan pengelola wisata.
“Dugaan sementara korban terpeleset saat melintas di area bebatuan yang licin di sekitar curug. Dari hasil pemeriksaan ditemukan beberapa luka benturan pada bagian tubuh korban,” ujar Yanuar.

Petugas kepolisian bersama tenaga kesehatan dan pihak pengelola kawasan wisata kemudian melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

“Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Selanjutnya korban dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” ungkapnya.

Kapolsek mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat berwisata di kawasan alam terbuka, terutama di lokasi yang memiliki medan licin dan berisiko tinggi.

“Kami mengimbau para pengunjung untuk tidak beraktivitas seorang diri di area curug, selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan yang berlaku di lokasi wisata,” tegasnya.

Peristiwa tersebut menambah daftar kecelakaan di objek wisata alam yang dipicu faktor kelalaian dan kondisi medan yang berbahaya. Pengunjung diharapkan lebih waspada agar keindahan alam yang dinikmati tidak berubah menjadi musibah.

(Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *