WH.SUKABUMI – Musyawarah Korda (Muskorda) III Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Sukabumi Raya periode 2026–2029 resmi berakhir. Budi Setiawan dari iNews TV terpilih sebagai Ketua IJTI Korda Sukabumi Raya setelah meraih suara terbanyak dalam pemilihan yang berlangsung ketat.

Pemilihan yang digelar pada Sabtu (26/9/2026) tersebut diikuti sebanyak 19 suara. Hasil penghitungan menempatkan Budi Setiawan di posisi teratas dengan perolehan 10 suara.
Sementara Ahmad Fikri dari CNN memperoleh 5 suara, sedangkan Rizki Gustana dari tvOne mengantongi 4 suara.
Proses pemilihan berlangsung dalam suasana yang cukup akoh dan penuh ketegangan. Persaingan ketiga kandidat terasa sengit hingga proses penghitungan suara selesai.
Masing-masing kandidat sebelumnya telah menyampaikan visi dan misi serta menawarkan sejumlah program untuk membawa IJTI Korda Sukabumi Raya selama periode kepengurusan mendatang.
Ketua Panitia Muskorda III IJTI Korda Sukabumi Raya, Panji Aprianto, mengatakan seluruh rangkaian Muskorda telah dilaksanakan hingga tahapan pemilihan dan penghitungan suara.
Dengan perolehan 10 suara, Budi Setiawan akhirnya ditetapkan sebagai Ketua IJTI Korda Sukabumi Raya periode 2026-2029.
Terpilihnya Budi menjadi penutup dari rangkaian persaingan tiga kandidat yang sejak awal telah menjadi perhatian para anggota IJTI Sukabumi Raya.
Sebelumnya, Budi membawa gagasan menjadikan IJTI sebagai rumah organisasi yang solid, responsif dan inklusif bagi seluruh jurnalis televisi.
Ia juga menawarkan penguatan perlindungan hukum, peningkatan profesionalisme dan kompetensi jurnalis, termasuk melalui pelatihan serta Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ).
Budi turut menekankan pentingnya menjaga kebebasan dan independensi pers sekaligus membangun hubungan strategis dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum serta berbagai pemangku kepentingan.
Dengan berakhirnya Muskorda III, kepengurusan baru IJTI Korda Sukabumi Raya kini memasuki babak baru.
Tantangan berikutnya adalah bagaimana menyatukan kembali seluruh anggota setelah persaingan pemilihan yang berlangsung sengit dan penuh dinamika tersebut.(Nanan apon)
editor : Ida













