Dugaan Pencabulan Anak Gegerkan Simpenan, Warga Kepung Rumah Guru Ngaji

banner 468x60

WH.SUKABUMI – Sebuah video yang memperlihatkan puluhan warga mengepung rumah seorang guru ngaji di Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial dan menghebohkan publik. Aksi massa itu dipicu dugaan tindak pencabulan terhadap anak di bawah umur yang disebut-sebut dilakukan oleh oknum guru ngaji.

Dalam video berdurasi sekitar satu menit yang beredar pada Jumat (31/7/2026), terlihat warga memenuhi halaman sebuah rumah panggung. Seorang pria berkemeja putih tampak diamankan di tengah kerumunan, sementara suasana sempat memanas sebelum akhirnya berhasil dikendalikan.

Informasi yang beredar menyebutkan, terduga pelaku diduga mencabuli sejumlah murid laki-lakinya. Dugaan tersebut memicu kemarahan warga hingga massa mendatangi rumah terduga pelaku.

Kepala Desa Cihaur, Asep, membenarkan adanya gejolak di tengah masyarakat. Namun, ia menegaskan pemerintah desa tidak pernah menerima laporan resmi terkait dugaan pencabulan tersebut.

“Selaku pemerintah desa, kami memang belum menerima laporan resmi baik dari masyarakat, tokoh maupun pihak korban,” ujar Asep, Sabtu (1/8/2026).

Asep menjelaskan, pihak desa sebelumnya telah menyarankan keluarga korban untuk segera melaporkan dugaan tindak pidana itu kepada pemerintah desa maupun kepolisian.

Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, keluarga korban saat itu memilih menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Seiring berkembangnya situasi, pemerintah desa bersama tokoh masyarakat dan keluarga korban menggelar musyawarah. Hasilnya, warga sepakat meminta terduga pelaku meninggalkan lingkungan Desa Cihaur demi menjaga kondusivitas.

“Keputusan bersama saat itu adalah meminta yang bersangkutan keluar dari lingkungan desa,” katanya.

Sementara itu, Satreskrim Polres Sukabumi memastikan telah bergerak menindaklanjuti informasi yang viral di media sosial. Polisi kini melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, mengatakan pihaknya telah menerjunkan personel ke lokasi guna mengumpulkan keterangan dan mencari pihak yang diduga menjadi korban.

“Kami sudah mendapatkan informasi tersebut dan anggota sudah turun ke lapangan untuk mengecek kebenarannya,” ujar Dudi.

Hingga Sabtu (1/8/2026), polisi masih melakukan pendalaman. Belum ada laporan polisi yang diterima, sementara pihak yang diduga menjadi korban masih dalam proses penelusuran.

“Kami masih melakukan pendalaman karena korban yang disebut-sebut juga belum kami temukan. Laporan resmi terkait dugaan pencabulan juga belum ada,” pungkasnya.(Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *