WH.Sukabumi – Watma alias Oben, warga Kampung Patuguran RT 02 RW 06, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, menjadi sosok yang membuktikan bahwa pengabdian tak selalu bicara soal pangkat dan gaji.
Meski sempat meremehkan profesi ayahnya yang dulu menjadi hansip, kini Watma justru mengikuti jejak sang ayah sebagai anggota Linmas.
“Saya dulu pernah menghina bapak sendiri, katanya jadi hansip mah menang gaji henteu, menang pangkat ogé henteu. Tapi sekarang saya justru jadi linmas, dan malah bangga,” kata Watma kepada wartawan (05-08-2025).
Watma sudah bertahun-tahun mengabdi sebagai anggota Linmas. Dulu dikenal dengan sebutan hansip, kini satuan ini menjadi garda terdepan dalam menjaga ketertiban di lingkungan desa. Meski penghasilannya tak besar, pengabdiannya tak pernah surut.
“Alhamdulillah sekarang ada insentif dari pemerintah. Tiap tiga bulan dapat Rp120 ribu. Terus kemarin juga dapat bantuan dari kantor pos bulan Juli, sebesar Rp600 ribu dari BPJS Ketenagakerjaan. Lumayan buat kebutuhan,” ucapnya.
Kecintaannya terhadap tugas-tugas sosial membuat Watma aktif dalam setiap kegiatan kemasyarakatan. Mulai dari menjaga keamanan saat hajatan, acara samenan sekolah, hingga turun langsung saat terjadi bencana di kampungnya.
“Saya sekarang senang jadi Linmas. Bisa bantu masyarakat, bantu lingkungan. Alhamdulillah juga, kemarin saya dapat penghargaan dari pemerintah,” ujar pria yang dikenal sigap dan rendah hati itu.
Tak hanya dirinya, Watma menyebut darah Linmas mengalir dari sang ayah. “Bapak saya dulu juga hansip, mulai tahun 1982 latihan di Gunung Puyuh. Saya hanya meneruskan perjuangan beliau,” kenangnya.
Pengabdian Watma menjadi bukti bahwa profesi yang sering dipandang sebelah mata bisa menjadi ladang pahala dan kebanggaan. Watma tak hanya menjaga lingkungan, tapi juga menjaga warisan semangat pengabdian dari keluarganya. (Nanan apon)
editor : Ida













