MIMPI DAN HARAPAN YANG TERKABUL

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Wonosobo : Senin (05-04-2021) Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-110 TA. 2021 telah ditutup serentak di seluruh wilayah Indonesia pada tanggal 31 Maret 2021. Tentunya semua itu menghasilkan karya yang berguna tuk warga masyarakat desa.

Di wilayah Kodim 0707/Wonosobo sendiri, telah berhasil membangun sebuah jalan yang membelah gundukan tanah serta sebuah jembatan sebagai penghubung antar desa di antara dua tebing curam. Dimana TMMD Reguler ke 110 kali ini ditujukan kepada Desa Gemblengan Kecamatan Garung.

Dahulu, jalur ini tidak ada sama sekali, saat itu yang terlihat hanya tebing yang curam. Apabila akan menuju desa tetangga yaitu Desa Lengkong perlu waktu yang lama untuk menujunya, yaitu sekitar 10 Km, Namun sekarang setelah adanya jalan penghubung hasil karya TMMD sekarang dari desa Gemblengan bisa ditempuh sekitar 1 km saja.

Saat itupun ketika mereka ingin ke ladang pertanian yang letaknya di antara bukit dan terbelah jurang, warga masyarakat kedua desa itu sulit untuk melakukannya. Terasa jauh, sehingga harus mengeluarkan biaya ekstra besar untuk transportasi karena perjalanan yang harus memutar untuk sampai tujuan.

Cerita berubah dengan adanya pembukaan badan jalan baru sepanjang 600 meter dengan lebar 4 meter dilaksanakan selama satu bulan penuh. Semua dikerjakan oleh para Satgas TMMD Reguler dibantu Polri serta didukung penuh masyarakat setempat.
Kesemuanya bahu membahu, tak kenal lelah membuat jalan setapak menjadi jalan lebar. Kelelahan dan daya upaya serta semua sumber daya yang dicurahkan untuk kepentingan rakyat terbayar sudah. Dengan terbukanya tebing yang curam, hingga membuka asa mewujudkan mimpi masyarakat untuk bisa hidup lebih baik dan makin sejahtera.

Kebahagian itu terpancar dari wajah Mahidi Dabyo (55) seorang petani warga Dusun Kasiman, Desa Gemblengan, yang kesehariaannya ke ladang. Baginya, sebelum adanya jalan yang dilalui sekarang ini, sangat berat memikul pupuk dari jalan raya menuju lahannya, ongkos yang dikeluarkan saat itu lebih besar yaitu untuk mengangkut hasil pertaniannya dikarenakan biaya transpotasi yang mahal.

Menurutnya, setelah dibuka jalan tembus dari Desa Gemblengan menuju Desa Lengkong, ia pergi ke lahan pertaniannya tidak perlu berputar ataupun ongkos melambung, tapi dengan melalui jalan tembus baru lebih cepat dan mudah. Yang lebih membahagiakan lagi bagi dia, TNI membawa berkah karena berkat jalan tembus yang dibuka melalui TMMD, dia bisa mendapat keuntungan lebih dibanding sebelumnya.

“Sekarang lahan pertanian saya berada pas di pinggir jalan dan terasa lebih enak, walaupun tanah saya terkena untuk jalan tapi saya Ikhlas karena ini untuk kepentingan bersama,” jelas Mahidi Dabyo

Diungkapkan Kepala Desa Gemblengan Sutrimo, beberapa desa di kecamatan Garung ada yang belum terhubung jalannya antara desa satu dengan lainnya. Di antaranya Desa Gemblengan dan Desa Lengkong karena terhalang jurang.

Selama ini, warga kedua desa jika ingin ke lahan pertanian atau mau ke desa lainnya harus menggunakan kendaran dan harus berputar 4 kali lebih jauh dari sekarang, yaitu waktu tempuh 35 menit hingga 40 menit. Tetapi sekarang mereka bisa sampai di kecamatan hanya butuh waktu 5 menit menyusuri jalan tembus yang baru selesai dibuat TNI melalui TMMD.

“Awalnya saya meragukan program ini bisa selesai dalam jangka waktu satu bulan, tapi dengan niat yang baik, yakin bersatu dan berjuang bergotong royong bisa tercapai. TNI memang hebat hanya butuh waktu 30 hari kesulitan masyarakat bisa langsung teratasi, dan mimpi masyarakat jadi kenyataan dengan adanya program TMMD,” jelasnya.

Camat Garung Subiyantoro memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pembangunan yang dilaksanakan TNI melalui program TMMD Reguler Ke 110. Khususnya untuk jalan terobosan, membangun jembatan, yang mengubah dari yang tidak ada menjadi ada. Kini dengan adanya jalan tersebut sangat berguna untuk akses transportasi dan meningkatkan perekonomian warga.

Kemudian ia juga mengungkapkan, sebenarnya pemerintah daerah sudah punya rencana untuk membuka akses jalan di seluruh wilayahnya. Namun, terkendala dengan sumber dana dan sumber dayanya.
Kesulitan itu kemudian dicoba untuk didiskusikan dengan Pemerintah Kabupaten dan dinas terkait. Salah satunya ide datang dari Komandan Kodim 0707/Wonosobo Letkol Czi Wiwid Wahyu Hidayat untuk dimasukan ke dalam program TMMD. Setelah menunggu cukup lama akhirnya tiba juga waktunya. Buka jalan tembus bisa terealisasi melalui TMMD Reguler Ke-110 TA. 2021 Kodim 0707/Wonosobo yang dilaksanakan 3 Maret 2021 sampai 31 Maret 2021.

Pengakuan Camat Garung, tokoh masyarakat, dan warga masyarakat juga dibenarkan oleh Dandim 0707/Wonosobo Letkol Letkol Czi Wiwid Wahyu Hidayat selaku Dansatgasnya, bahwa warga masyarakat merindukan perubahan di wilayahnya, namun terbentur oleh banyak masalah ketidakberdayaan. Untuk itu, Kodim 0707/Wonosobo berupaya untuk membantu memecahkan dan memberi jalan keluar salah satunya melalui program TMMD Reguler. Letkol Czi Wiwid Wahyu Hidayat bahkan berjanji akan adanya jalan tembus, yang telah dikerjakan pada TMMD Reguler Ke-110 TA. 2021 Kodim 0707/Wonosobo saat ini.

Walaupun sudah mencapai target 100 persen dari sasaran yang diprogramkan yang menjadi tanggung jawab Kodim, Setelah itu, diharapkan nantinya setelah diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Wonosobo agar statusnya meningkat menjadi jalan propinsi yang secara rutin bisa mendapat pemeliharaan dari APBD propinsi.

“Secara formal maupun substansial kita harus obyektif bahwa TMMD merupakan sarana TNI mendekatkan dengan rakyat, berada ditengah-tengah rakyat, berkarya bersama rakyat dan membangun kemanunggalnya dengan rakyat. Karena itu, program TMMD tidak boleh berhenti, perlu terus bersambung dan berlanjut dengan sasaran-sasaran realistik atas kebutuhan mendasar masyarakat sebagai program solutif untuk mengakselerasikan pembangunan nasional di daerah serta meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus menguatkan sinergitas aparatur negara, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” pungkas Dandim. (“etik”)

Tinggalkan Balasan