DIDUGA OKNUM PERUSAK PINTU RESMI DI LAPORKAN KE POLRES BANJARNEGARA.

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Banjarnegara : Hanya karna ingin mengambil motor yang dititipkan sdr toto dengan cara merusak pintu.resmi dilaporkan ke polres banjarnegara.

Yang patut disayangkan empat pelaku adalah oknum anggota polisi,oknum anggota DPRD,oknum kepala desa dan oknum perangkat desa yang merupakan pelindung pengayom dan wakil rakyat.

Sebetulnya kasus ini pernah diadukan ke Polres dengan No.SSTL /02/1/2021/Reskrim Polres Banjarnegara dan pernah di muat di media Warta Hukum dia minggu yang lalu.

Hampir dua bulan tidak ada perkembangan tentang kasus,para pelaku tidak ada iktiad baik menyelesaikan dengan cara kekeluargaan dan mempertanggungjawabkan perbuatanya. 

Suharto bin Suhardi Martoyo pihak korban yg tinggal di Puntuk Rt 001 Rw 007 Kelurahan Wangon Kabupaten Banjarnegar mendatangi Polres Banjarnegara resmi melaporkan kejadian perusakan pintu rumahnya.dengan No. STTLP/15/III/2021/JATENG/RES BNA.

“Sebetulnya saya sudah cukup bersabar menunggu para pelaku datang minta maaf menyelesaikan permasalahan ini dengan cara kekeluargaan dan bertanggung jawab atas perbuatannya, selama dua bulan para pelaku tidak ada iktikad baik.akhirnya saya datang ke Polres melaporkan secara resmi,biar untuk pembelajaran agar tidak semena-mena lagi pada saya.saya yakin Polres akan mengusut tuntas kasus ini walau pelakunya ada oknum polisi res banjarnegara.kini semua saya serahkan pada kepolisian demi sebuah keadilan” Jelas Harto dengan penuh semangat.

Polres Banjarnegara telah menerima laporan dan menindaklanjuti,sampai sekarang masih terus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap kasus ini.
Polres banjarnegara tidak padang bulu walaupun diduga salah satu pelaku merupakan oknum polisi di Res Banjarnegara.tetap akan bertindak tegas dan harus di proses secara hukum.

Kronologi kasus ini sebenarnya hanya miss komunikasi di dalam kepengurusan partai Hanura DPC Banjarnrgara atas perawatan iventaris mobil ambulance hingga terjadi main hakim sendiri.

Ketua DPC Hanura pak Toto menitipkan mobil ambulance kepada sdr suharto untuk dirawat dan diperbaiki,biaya perawatan menggunakan uang pribadi sdr. Suharto.

Setelah satu tahun tiba-tiba mobil ambulance diambil kembali oleh pak toto dan menggantinya dengan satu unit sepeda motor Thunder 125 no pol R 9610 ND,sepeda motor tersebut merupakan sepeda motor dinas anaknya sebagai Kepala Desa.karna biaya perbaikan mobil ambulance belum diganti oleh pak toto.

Pada tanggal 25 Januari 2021 sdr Suharto di hubungi ed memberitahu bahwa akan ada pemeriksaan dri Inspektorat Banjarnegara sepeda motor mau diambil.

Sdr Suharto mengizinkan namun posisinya lagi ada kepentingan dan untuk menunda besok.
Ke esok anda harinya sdr Suharto menunggu mulai pukul 07.00 wib namun yang ditunggu tidak kunjung datang.berhubung sdr Suharto ada acara di Temanggung akirnya ditinggal
Ketika ditengah perjalanan saudara Ed menghubungi lewat telepon namun tidak terdengar.

ED dan temanya datang kerumah mau ambil sepeda motor menemui istri sdr Suharto dengan mengganti uang sejumlah Rp.3.500.000 ( tiga juta lima ratus ribu rupiah) pada tanggal 02/01/2021 namun istri sdr Suharto menolak, karna urusannya dengan pak toto bukan dengan orang lain.

Atas kejadian ED mengancam pada istri sdr Suharto dengan nada keras ” Nanti sore sepeda motor akan saya ambil paksa dengan pihak kepolisian dan saya tidak mau ngasih uang “.
Ternyata ancaman tersebut benar-benar dilakukan, sesampai di rumah pukul 16.00 wib RDA oknum Kades,DKT oknum Polisi,ED oknum DPRD Banjarnegara,SDR oknum perangkat desa dan dua orang yang sdr Suharto tak mengenalnya.

Karna merasa terancam sdr Suharto buru-buru lapor pak Rt 001 Rw 007 wangon.setelah pulang dari rumah pak Rt ternyata pintu rumahnya sudah jebol dan rusak, sepeda motor sudah tidak ada dibawa.

Kini penyidik dari Polres Banjanegara terus melakukan penyelidikan mengumpulkan bukti dan saksi.
Tim WH ; TH,RH.TS