SY Warga Dayeuhluhur Tempuran Diduga Membawa Lari Kekasihnya NL. Warga Lingkungan Masjid Jami Al-Baroqah Kamiri” Setelah Diketahui Dikontrakan Membawa Pasukan 4 Mobil

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Kab. Karawang : Lingkungan Masjid Jami Al-BAROQAH dusun krajan kamiri A.RT.22/05  Desa Kamiri Kecamatan Jayakerta Kabupaten Karawang, Kamis malam heboh pasalnya, sekitar Jam 18.30 Wib. Di Jl.Raya Kamiri depan Masjid Al-Barkah ada 4 yunit kendaraan R4, awalnya yang 1 mobil ada 5 orang yang keluar menuju Rumah, Apep yang 3 mobil lagi menyusul belakangan Kamis ( 1/10.2020 )

Sementara” Apep saar di konfirmasi WH mengtakan saya setelah solat magrib duduk didepan rumah, sedang memikirkan nasib adiknya” Nurlaela ” dimana keberadaannya,orang tua laki-laki sudah meninggal, saya sebagai pengganti orang tua laki-laki setelah diketahui keberdaan Adiknya, di kontrakan daerah telukjambe,saya bersama Kaur Trantib dan rekan menyambangi kontrakan tersebut, sesampainya di kontrakan, benar adik saya ada bersama kekasihnya
Namun saat, mau dibawa pulang”kata adiknya nanti pulang,kakak aja pulang duluan,ucap Apep kepada Media Warta Hukum, Kamis ( 1/10/2020 )

Namun secara tiba-tiba kedatangan 5 orang yang tak dikenal, Setelah saya persilahkan duduk, Bapak dari mana apa tujuannya, orang itam kaya plores langsung angkat bicara, kedatangan kami kesini mohon kepada bapak mala mini juga Lela ama Sunarya harus ditikahkan jangan sampe pasukan saya pada turun, tidak lama kemudian, pasukan plores pada datang ke rumah saya,ucap apep”

Kemudian Plores bilang,”kata saya apah tuh pada datang, udah aja malem ini kita tikahkan, saya sudah membawa Amil dari Dayeuhluhur” kata plores” masalah nikah gampang jangan maen tikahkan saja, disini juga Amil ada, jangan memaksa saya malem ini harus nikahkan adik saya, bapak jangan memaksa saya, jangan sampe warga desa sini saya kontek, saya tinggal pencet tombol ini, warga pada datang bisa-bisa mobil bapak juga bisa di hancurkan” plores bilang jangan Pa?

Tidak lama kemudian datang menurutnya nama Erik lurah hormat Desa Dayeuhluhur, tidak lama datang lagi Kades Kamiri Abah H. Salwani, Apep mengatakan kepada Lurah Erik bersama Lurah H. Salwani., kedatangan tamu ta’diundang ini yang sekian banyaknya, datang-datang langsung angkat bicara agar malam ini harus menikahkan adik saya”Laela dengan Sunarya”kata apep”

Sebelumnya” CU’O warga kamiri, selaku penyambung lidah kepada adik saya” Nulaela” menurutnya, Sunarya ini saudaranya, tidak punya istri dan bekerja di Kawasan Yunday Cikarang dengan gajih perbulan 18 juta, setelah dipertanyakan lagi kerjanya pindah di KIC karawang, kemudian bilang sama adik saya mau buka usaha, saat diminta keterangan Sunarya orang mana, dia bilang orang pasir, saat diminta kirim KTP ternyata orang Bendungan RT.15/ 8 Desa Dayeuhluhur Kecamatan Tempuran Sunarya ini selalu membohongi adik dan orang tua saya kesimpulannya untuk menikahkan adik saya minta waktu 1 minggu,”pungkasnya apep” kepada Media Warta Hukum Jumat (2/10/2020)

Imformasi yang didapat Media Warta Hukum, bahwa “ Nurlaela dengan Suharyana sudah dua kali Menikah, Pertama Menikah di Kp. Cikuntul Kecamatan Tempuran, Kedua Kalinya Menikah lagi di Cirebon,

Sementara” Ade Rojali Pranata. SH Lembakum Media Warta Hukum, mengatakan, Seharusnya untuk menyeledaikan masalah yang diduga membawa lari kekasih sukup perwakilan saja, secara musyawarah tidak usah membawa pasukan, dimasa PSBB copid-19 ini, Pemerintah sedang giat-giatnya oprasi protocol kesehatan, hindari kerumunan warga gunakan masker jaga jarak dan selalu cuci tangan ”kata ade”

Dalam Undang-Undang No 1 Tahun 1974 tentang perkawinan dan didefinisikan sebagai mana termuat dalam pasal 1 ayat 1 yaitu:“Ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga, rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan ketuhanan yang Maha Esa”ucap ade”

Rukun-rukun nikah ada lima: mempelai pria, mempelai perempuan, wali, dua orang saksi, dan shigat (ijab-qabul).” Pernikahan yang dilakukan tanpa melalui wali dari pihak perempuan jelas tidak sah karena wali merupakan salah satu rukun nikah yang harus dipenuhi.

Pada Pada dasarnya kedudukan wali dalam perkawinan adalah syarat sah dan wajib ada dalam suatu pernikahan dan tanpa adanya wali hukumnya tidaklah sah atau batal hukumnya.
Adapun mengenai hukum “kawin lari”, perlu ISY ketahui bahwa Undang-Undang RI No.: 1 tahun 1974 tentang Perkawinan menggariskan adanya batas usia bagi pihak yang ingin menikah.
Lebih lanjut, untuk melangsungkan perkawinan tahun harus mendapat izin kedua orang tua (Pasal 6 ayat (2) Undang-Undang No.: 1 tahun 1974 tentang Perkawinan).Pasal 2 Undang-Undang RI No.: 1 tahun 1974 tentang Perkawinan (UUP) :
“Ayat 1 Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.Ayat 2 Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.”
Bila kekasih tetap melaksanakan rencana menikah tanpa izin dan/atau sepengetahuan orang tua, kekasih Lela rentan dikenakan sanksi pidana atas pengaduan orang tua/ Kakak Lela.
Guna melangsungkan pernikahan, harus izin dari kedua orang tua, perkawinan tersebut harus sah secara agama dan di catatkan pada Kantor Catatan Sipil tempat perkawinan di langsungkan, atau di Kantor Urusan Agama (KUA) .
Selain dari itu, ada sanksi pidana yang bisa dikenakan kepada kekasih Lela, adalah membawa pergi perempuan sekalipun dengan persetujuan Lela sendiri, sebagaimana diatur dalam:
Pasal 332 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) :

“Bersalah melarikan wanita diancam dengan pidana penjara: Ayat (1) paling lama tujuh tahun, barang siapa membawa pergi seorang wanita, tanpa dikehendaki orang tuanya atau walinya tetapi dengan persetujuannya, dengan maksud untuk memastikan penguasaan terhadap wanita itu, baik di dalam maupun di luar Nikah.”Pungkasnya ( Rahmat. K )