Satgas Penanganan Covid-19 Menjelaskan Pasien terkonfirmasi positif, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulang Bawang. H, Fatoni, S.Kep.M.M Sekaligus Satgas Penanganan Covid-19 Menjelaskan Pasien Berinisial Di Umur (20) Tahun, dan Sedang Di Rawat di RSUD Menggala.

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Tulangbawang : Sabtu (03-10-2020). Pasien D (20) warga Kabupaten Tulang Bawang kampung Sungai Nibung Dusun Teluk Baru Kecamatan Dente Teladas. Pasien D pulang dari Jakarta, karena dia bekerja disana, pasien langsung di ditangani bidan kampung.

Dari bidan kampung melaporkan ke Survelens Puskesmas Way Dente Teladas, dan lansung melakukan penanganan isolasi didalam keluarga pasien D, dikarenakan pasien D datang dari zona merah.

Sambung Fatoni, pasien D bercerita bahwa majikan tempat pasien bekerja positif covid-19, sehingga pihak tim puskesmas bergerak cepat melakukan isolasi. Dan rumah pasien juga berjauhan dari permukiman penduduk yang lainnya, lalu pihak puskesmas melakukan Rapid test terhadap pasien.

Hasil rapid test yang pertama reaktif, setelah melakukan rapid test yang pertama, kita lakukan kembali rapid test ke dua, dengan hasilnya masih reaktif, pihak puskesmas malaporkan kepada tim satgas penanganan covid-19 atau Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulang Bawang. Ucap Fatoni.

Fatoni, “kami intruksikan untuk supaya dilakukan test Swab, tim pun bergerak dan mengirimkan tim laboratorium dari Kabupaten untuk melakukan test swab dilapangan lansung. Setelah hasil test swab nya kita bawa ke RSUD Menggala pada tgl (29-10). Sambil menunggu hasil swab keluar kita langsung melakukan penjemputan pasien D pada tgl (30-10), setelah hasil swab nya menyatakan bahwa hasilnya pasien D positif.”

Setelah hasil swab pasien D positif, kami sudah siapkan rilis, karena kami adalah tim juru bicara satgas penanganan covid-19, kami pun sudah melaporkan kepada Bupati bahwa pasien D positif, Bupati pun berpesan bahwa tetap menjaga suasana kondusif dan psikologis keluarga pasien ,agar tetap tenang.

Kronologis pasien D harus secara detail, berdasarkan wawancara dengan pasien yang bersangkutan, kemudian kronologis di kirim ke Dinkes Provinsi. Setelah di analisa oleh tim Survelens Provinsi, lalu di kirim ke Kementerian Kesehatan Republil Indonesia (Menkes RI) diputuskan bahwa pasien D masuk data DKI Jakarta. Jelas Fatoni.

Karena aktifitas pasien selama 14 hari sebelum datang ke Tulang Bawang memeng pasien D bekerja di Jakarta, kita tim satgas penanganan covid-19 hanyalah melakukan tracing, dan ternyata pasien D positif hasilnya. Maka pihak Dinkes Tulang Bawang tidak mengeluarkan rilis, tetapi tetap malakukan pelayanan terbaik untuk pasien. Dan langkah-langkah yang kita lakukan tetap melakukan tracing terhadap keluarga dan orang-orang yang pernah kontak lansung dengan pasien D di kampung tersebut.

Dengan hasil rapid test keluarga yang berkontak langsung dengan pasien hasilnya non reaktif semua, dan tetap kita lakukan pemantauan oleh tim Survelens. Babarnya Fatoni (Fer / hepi )