“GUS CUK ” PEGAWAI INSTANSI PEMERINTAHAN DI KELURAHAN KEDUNG COWEK, PELESTARI BENDA PUSAKA*

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Surabaya : Sabtu ( 03/09/2020 ).
Benda pusaka yang konon peninggalan Nenek Moyang ( Leluhur ) memang perlu pelestariannya.

Salah satunya Agoes Prihantoro,yang berdomisili di Kota Buaya yang tepatnya berpijak di Bumi Simo Rukun Timur 8 / 30 Surabaya.

Agoes Prihantoro yang selama ini masih berkiprah sebagai Pegawai Instansi Pemerintahan di Kelurahan Kedung Cowek Kota Buaya ini,mempunyai potensi Pelestari Benda Pusaka yang berkisar -/+ 500-600 Benda Pusaka.Benda Pusaka peninggalan Leluhur yang meliputi diantaranya Wesi Aji, Keris,Arca ( Patung ).

Wesi Aji yang konon banyak peninggalan dari beberapa Kerajaan,diantaranya :Kerajaan Mojopahit, Kerajaan Singosari, Kerajaan Jenggolo, Kerajaan Mataram dan masih banyak juga dari beberapa Kerajaan yang lainnya.
Agoes Prihantoro bergelut untuk melestarikan benda pusaka ini dimulai sejak tahun 2013,
Yang juga setara dengan menjabat di Instansi Pemerintahan di Kelurahan Kedung Cowek Surabaya.

Selama menjabat di Kelurahan ini “Gus Cuk” dengan sebutan nama akrabnya berperan di era 2013,pernah menjabat sebagai Kasi Tantrib, Kasi Pembangunan,dan sampai saat ini menjabat sebagai Kasi  Pemerintahan.

Gus Cuk melestarikan benda pusaka peninggalan Leluhur ini menunjukkan, betapa tingginya nilai sejarah seni budaya peninggalan Nenek Moyang ditanah air Indonesia.diantaranya peninggalan ini berupa Wesi Aji,salah satunya yakni Dapur Tilam yang mempunyai Pamor Tilam biasa disebut Rojo Sulaiman di Era Kerajaan Mojopahit.Gus Cuk Ketika ditemui diKediamannya oleh Media Warta Hukum menjelaskan,Fungsi dan Mitosnya apabila mempunyai Hajat InsyaAllah terkabul/terlaksana.

Ada diantaranya wesi Aji Damar murup ( Dapurnya ),Pedang Udan Mas,Pusaka Nogo Sosro.Gus Cuk untuk merawat benda pusaka ini dirumahnya juga ada yang membantu.

Untuk mencuci ( ngumbah gaman ) benda pusaka ini,yang ditemani rekan sejawatnya Masruhin dengan sebutan Mpu yang berdomisili di Cumpat Kulon I / 88 Surabaya.sekitaran daerah Kenjeran Surabaya.Masruhin ( Mpu ) yang sudah dipercaya untuk mencuci benda pusaka ini juga sudah melanglang buana didalam dunia Wesi Aji.
Wesi Aji peninggalan Leluhur ini,didalam hal pencuciannya Saya serahkan ke Mpu,hasilnya memang memuaskan ( celetuk Gus Cuk )

Untuk melestarikan Budaya Seni di tanah Jawa ini,Kewajiban Generasi untuk melestarikannya.Agar supaya tidak punah.dalam istilah Wong Jowo ojo nglalekno adat Jowone ( Orang Jawa jangan melupakan adat istiadat kebiasaan orang Jawanya ),pungkas Gus Cuk.

( Mus WH )