PT. SEMESTA NUSTRA DISTRO MERUGI AKIBAT ULAH KARYAWAN YANG NAKAL

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Wonosobo : Rabu (30-09-2020) Polres Wonosobo bekuk lima (5) orang karyawan PT. Semesta Nustra Distro (SND) pelaku Kasus pencurian dengan pemberatan di wilayah kabupaten Wonosobo.

Kapolres Wonosobo AKBP Fannky Ani Sugiharto S.I.K mengungkapkan, Pencurian yang terjadi di PT. Semesta Nustra Distro (SND) yang bergerak di bidang unilever dilakukan oleh lima (5) orang karyawan yang notabene merupakan sopir, kernet dan satpam.

Ke lima (5) orang tersebut adalah FM warga Desa Candimulya Kertek, RM dan IT asal Desa Tlogodalem Kertek, DS asal Maduretno Kalikajar dan YW warga Desa Karang Luhur Kertek.

“Kasus pencurian dengan pemberatan di wilayah Kabupaten Wonosobo masih akan tetap dikembangkan karena selain lima (5) orang yang tertangkap masih ada beberapa orang yang menjadi DPO,” kata Kapolres.

Lebih lanjut, terungkapnya kasus tersebut berawal dari adanya audit barang keluar dari gudang dengan barang yang dijual di pasar sangat berbeda. Dari hasil audit dari bulan September 2019 – Juli 2020 ditemukan selisih barang dengan tafsiran harga Rp. 583.780.297,-

“Melihat hal itu PT. SND melalui Area Sales Manager (ASM) membuat laporan ke Polsek Kertek pada Selasa 01 September 2020, lalu Polsek Kertek mengembangkan kasus tersebut dengan melakukan pengecekan di pasar dan kios tentang produk-produk unilever yang beredar. Dalam pengecekan Polsek Kertek membawa foto-foto karyawan yang dicurigai. Hasil lidik ditemukan nama salah satu karyawan FM yang sering menjual produk unilever tanpa nota resmi dari PT. SND,” Jelasnya.

Tindak pencurian yang dilakukan oleh lima (5) orang karyawan dengan modus operandi yang digunakan adalah menggandakan barang yang berada di gudang.

Kapolres menjelaskan, pada saat barang akan dikirim ke pasar, para tersangka menggunakan cara menambah barang tanpa ijin dari gudang PT. SND yang mempunyai barang standar SNI. Barang yang diambil dan dijual di pasar oleh para pelaku termasuk barang ilegal karena tidak masuk pada nota resmi perusahaan.

“Barang yang dijual untuk kepentingan pribadi dan keuntungan pribadi hingga mengakibatkan kerugian PT. SND sekira Rp. 583.000.000. Pasal yang disangkakan 363 Jonto 64 Pidana ancaman hukuman 7 tahun,” imbuh AKBP Fannky.

Sementara itu salah satu tersangka DS mengaku mengambil barang diajak oleh teman yang melarikan diri. Pengambilan barang sejak bulan puasa dan barang tersebut dijual di toko.

“Toko tersebut tidak mengetahui kalau barang tersebut adalah barang curian, tahunya barang dari sales. Hasil penjualan barang digunakan untuk beli handpone dan untuk makan sehari-hari ditempat bekerja,” ungkap DS. (B*E)