Pemutakhiran Data Aparatur Komando Kewilayahan (Apkowil) Kodim 0736/Batang

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Batang : Kodim 0736/Batang menggelar Sosialisasi Penyusunan Data Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) Tahun Anggaran 2020, bertempat di Aula Koramil 10/Batang, Jalan Perintis Kemerdekaan, Watesalit, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Selasa ( 29/09/2020).

Kegiatan sosialisasi tersebut untuk mengoptimalkan kegiatan pembinaan teritorial, dihadiri para Danramil , Para Perwira dan Bati Staf dan Operator Koramil Jajaran Kodim 0736/Batang.

Dandim 0736/ Batang Letkol Inf. Dwison Evianto diwakili oleh Kepala Staf Kodim Mayor Kav. Haryono menyampaikan maaf yang seharusnya Dandim Hadir namun sedang ada kegiatan lain, sehingga di wakilkan ke saya.

” Melalui kegiatan ini diharapkan, Satkowil mampu menghimpun, mengolah dan menyediakan data teritorial secara bottom up mulai tingkat Babinsa, Koramil sampai dengan Kodim. Namun tentunya data – data ini harus valid, akurat dan up to date. Mengenai data yang up to date masih perlu di benahi, sehingga kedepannya akan lebih baik dalam pendataan. “Terang Mayor Kav. Haryono

Ia juga membeberkan, ”di kodim jajaran Korem 071/Wijaya Kusuma, apabila di sesuaikan dengan wilayah Kodim Batang yang luas, masih kurang personil cukup banyak. Guna mengumpulkan data yang lebih akurat perlunya mencukupi pemenuhan personil di Koramil jajaran Kodim Batang. Harapannya satu personil membawahi dua Desa, kedepan harapannya pemenuhan personil segera terpenuhi. “Bebernya

Selanjutnya Haryono menjelaskan, “Bagi wilayah yang terkena akses jalan tol tentunya data sudah berubah, data-data yang valid perlu di miliki. Menyiapkan ruang atau tempat /menginventarisir data hingga batas wilayah paling luar. Memperbaiki data masalah demografi atau penduduk, khususnya Geodemokomsos. Seperti data di satuan Kodim sampai Koramil harus jelas, valid dan mutakhir. “jelasnya

” Kedepannya akan ada komponen cadangan dalam bidang pertanian, yang mana di prediksi pada bulan Desember 2021 Indonesia mengalami resesi, kemudian pada tahun 2022 Indonesia kekurangan pangan.

Yang harus di siapkan adalah lumbung-lumbung tempat cadangan makanan. Bahwa Indonesia memasuki Jurang Resesi, sehingga kondisi sosial di wilayah agar tetap ada laporan mingguan, bulanan dan juga tahunan mengenai data yang valid. Pungkas Mayor Kav Haryono.

WH ; Agus B U