Dana Bumdes Karyamandiri Desa Kutakarya Kec. Kutawaluya Yang Bersumber Dari Dana Desa Tahun 2016 Sampai Saat ini Diduga Digelapkan Kepala Desa

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Kab. Karawang : Kepala Desa adalah ujung tombak pembangunan,oleh karena itu pemerintah terus berupaya mendorong ekonomi desa dengan penyaluran Dana Desa ( DD ) dan program pengembangan Badan usaha milik Desa BUMDes “
Permendes Nomor 22 Tahun 2016, salah satu pointnya adalah mewajibkan pemerintah desa membangun BUMDes.serta Permendesa PDT No 4 tahun 2015 tentang pendirian pengurus dan pengelolaan BUMDes

Regulasi BUMDes tertuang dalam UU Desa Nomor 6 tahun 2014 Bab 10 Sementara di BaB 11 diatur mekanisme pengaturan dan distribusi dana Bumdes, sumber dana BUMDes juga dikuatkan dalam Perbup Nomor 2 tahun 2016 yang menyatakan bahwa alokasi dari Dana Desa itu 15 persennya diperuntukan buat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)

Hasil yang dihinfun Media Warta Hukum dari beberapa warga masyarakat desa karyamukti dana BUMDes” Karyamandiri” Desa Kutakarya Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang,yang bersumber dari Dana Desa anggaran tahun 2017, sebesar Rp.144 juta untuk modal usaha ekonomi produktif ( UEP ) oleh Direktur BUMDes takberjalan, menurut keterangan Direktur BUMDes uangnya di tarik kembali oleh Kepala Desa, digunakan Gade sebidang tanah sawah milik Ibu Nengsih warga Kedungmundu,ucap masyarakat kepada WH saptu (24/8/19) silam

Media Warta Hukum, mencoba menyambangi, Rumah pemilik tanah sawah “Fauji suami Ibu Nengsih” menurut fauzi membenarkan bahwa tanah sawah milik istrinya di gadekan kepada Kades Dahiman sebesar Rp.144 juta rupiah,dari awal tahun 2018 sampai 2019 selama 4 musim/garapan “kata fauzi” namun uang gadai tanah sawah milik istri saya, sebanyak tersebut sudah dikembalikan/di tebusan, sudah diberikan kepada Direktur BUMDes (Wawan ) pungkasnya fauzi Saptu kepada WH ( 24/8/19)

Dilain tempat WH menghubungi Via Tlpnya, menurut Direktur BUMDes Karyamandiri”Wawan Hardiana “ ditunggu dirumah Ketua BPD,” Leklih Jajuli yang akrab dipang Alek” WH mencoba Konfirmasi Direktur BUMDes Karyamandiri, terkait dana BUMDes sebesar Rp. 144 juta untuk modal usaha Gas LPG 3 kg, tidak berjalan, menurut keterangan beberapa warga keteraangan dari Direktur BUMDes dananya ditarik kembali oleh Kepala Desa digunakan Gade sebidang tanah sawah milik Ibu Nengsih,

WH sudah menyambangi rumah Ibu Nengsih menurut Suaminya Fauzi, membenarkan Istrinya menggadekan sebidang tanah sawah sebesar Rp.144 juta namun sudah ditebusan uangnya sudah diberikan kepada Direktur BUMDes “Wawan”kata fauzi”

Leklih Jajuli/ Alex mengatakan, saya kedatang Wawan tujuannya mau sering gimana solusinya terkait dana BUMDes, waktu dana BUMDes di pinjam Kepala Desa saya belum aktif. Saya mulai aktif 2019. Wawan sudah menjelaskan semuanya kepada saya terkait dana BUMDes,selalu memikirkan dana BUMDes hingga mengalami sakit dalam, agar lebih jelas coba Wawan jelaskan semuanya dari awal sampai akhir, kepada WH,ucap alex,

Wawan mengarakan kepada WH, Pada awal Desember 2017 BUMDes Karyamandiri menerima transfer dari Kepala Desa Kutakarya sebesar Rp.144 juta, yang bersumber dari Dana Desa anggaran tahun 2017, untuk modal usaha ekonomi produktif (UEP) pengadaan Gas LPG 3 kg dan Pom Mini, sebanyak uang tersebut belum sempat digunakan pengadaan gas LPG 3 kg dan Pom Mini Pada tanggal. 15 Desember 2017 Kepala Desa Kutakarya ( Dahiman ) menurutnya Pinjam Uang dana BUMDes dulu, dengan alasan Sementara sebanyak Rp. 130 juta rupiah, dengan bukti kwitansi serah terima uang sebanyak tersebut yang di tanda tangan oleh kepala desa ( Dahiman)

Sisa uang BUMDES sebesar Rp.14 juta rupiah, jelang 10 hari Kepala Desa pertanykan uang BUMDes yang tersisa di rekening berapa lagi “kata dahiman” wawan bilang ada 14 juta rupiah lagi “kata dahiman” ambil saja bapak kekurngan dana,

Pada tanggal 22 Desember 2017 sisa uang sebesar Rp. 14 juta rupiah saya ambil kemudian hari itu juga sisa uang sebanyak tersebut saya berikn kepada kades dahiman dengan bukti penyerahan uang di belakang kwitansi tertanggal 22 desember 2017 yang di farap oleh Kades dahiman, dana BUMDes sebanyak Rp.144 juta ditarik kembali oleh Kepala Desa”ucap Wawan.

Kepala Desa adalah ujung tombak pembangunan,oleh karena itu pemerintah terus berupaya mendorong ekonomi desa dengan penyaluran Dana Desa ( DD ) dan program pengembangan Badan usaha milik Desa BUMDes “

Permendes Nomor 22 Tahun 2016, salah satu pointnya adalah mewajibkan pemerintah desa membangun BUMDes.serta Permendesa PDT No 4 tahun 2015 tentang pendirian pengurus dan pengelolaan BUMDes

Regulasi BUMDes tertuang dalam UU Desa Nomor 6 tahun 2014 Bab 10 Sementara di BaB 11 diatur mekanisme pengaturan dan distribusi dana Bumdes, sumber dana BUMDes juga dikuatkan dalam Perbup Nomor 2 tahun 2016 yang menyatakan bahwa alokasi dari Dana Desa itu 15 persennya diperuntukan buat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)

Hasil yang dihinfun Media Warta Hukum dari beberapa warga masyarakat desa karyamukti dana BUMDes” Karyamandiri” Desa Kutakarya Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang,yang bersumber dari Dana Desa anggaran tahun 2017, sebesar Rp.144 juta untuk modal usaha ekonomi produktif ( UEP ) oleh Direktur BUMDes takberjalan, menurut keterangan Direktur BUMDes uangnya di tarik kembali oleh Kepala Desa, digunakan Gade sebidang tanah sawah milik Ibu Nengsih warga Kedungmundu,ucap masyarakat kepada WH saptu (24/8/19) silam

Media Warta Hukum, mencoba menyambangi, Rumah pemilik tanah sawah “Fauji suami Ibu Nengsih” menurut fauzi membenarkan bahwa tanah sawah milik istrinya di gadekan kepada Kades Dahiman sebesar Rp.144 juta rupiah,dari awal tahun 2018 sampai 2019 selama 4 musim/garapan “kata fauzi” namun uang gadai tanah sawah milik istri saya, sebanyak tersebut sudah dikembalikan/di tebusan, sudah diberikan kepada Direktur BUMDes (Wawan ) pungkasnya fauzi Saptu kepada WH ( 24/8/19)

Dilain tempat WH menghubungi Via Tlpnya, menurut Direktur BUMDes Karyamandiri”Wawan Hardiana “ ditunggu dirumah Ketua BPD,” Leklih Jajuli yang akrab dipang Alek” WH mencoba Konfirmasi Direktur BUMDes Karyamandiri, terkait dana BUMDes sebesar Rp. 144 juta untuk modal usaha Gas LPG 3 kg, tidak berjalan, menurut keterangan beberapa warga keteraangan dari Direktur BUMDes dananya ditarik kembali oleh Kepala Desa digunakan Gade sebidang tanah sawah milik Ibu Nengsih,

WH sudah menyambangi rumah Ibu Nengsih menurut Suaminya Fauzi, membenarkan Istrinya menggadekan sebidang tanah sawah sebesar Rp.144 juta namun sudah ditebusan uangnya sudah diberikan kepada Direktur BUMDes “Wawan”kata fauzi”

Leklih Jajuli/ Alex mengatakan, saya kedatang Wawan tujuannya mau sering gimana solusinya terkait dana BUMDes, waktu dana BUMDes di pinjam Kepala Desa saya belum aktif. Saya mulai aktif 2019. Wawan sudah menjelaskan semuanya kepada saya terkait dana BUMDes,selalu memikirkan dana BUMDes hingga mengalami sakit dalam, agar lebih jelas coba Wawan jelaskan semuanya dari awal sampai akhir, kepada WH,ucap alex,

Wawan mengarakan kepada WH, Pada awal Desember 2017 BUMDes Karyamandiri menerima transfer dari Kepala Desa Kutakarya sebesar Rp.144 juta, yang bersumber dari Dana Desa anggaran tahun 2017, untuk modal usaha ekonomi produktif (UEP) pengadaan Gas LPG 3 kg dan Pom Mini, sebanyak uang tersebut belum sempat digunakan pengadaan gas LPG 3 kg dan Pom Mini Pada tanggal. 15 Desember 2017 Kepala Desa Kutakarya ( Dahiman ) menurutnya Pinjam Uang dana BUMDes dulu, dengan alasan Sementara sebanyak Rp. 130 juta rupiah, dengan bukti kwitansi serah terima uang sebanyak tersebut yang di tanda tangan oleh kepala desa ( Dahiman)

Sisa uang BUMDES sebesar Rp.14 juta rupiah, jelang 10 hari Kepala Desa pertanykan uang BUMDes yang tersisa di rekening berapa lagi “kata dahiman” wawan bilang ada 14 juta rupiah lagi “kata dahiman” ambil saja bapak kekurngan dana,

Pada tanggal 22 Desember 2017 sisa uang sebesar Rp. 14 juta rupiah saya ambil kemudian hari itu juga sisa uang sebanyak tersebut saya berikn kepada kades dahiman dengan bukti penyerahan uang di belakang kwitansi tertanggal 22 desember 2017 yang di farap oleh Kades dahiman, dana BUMDes sebanyak Rp.144 juta ditarik kembali oleh Kepala Desa”ucap wawan”

Sempat beberapa kali pertanyakan pasalanya masyarakat selalu pertanyakan kapan dana BUMDes untuk modal usaha Gas LPG 3 dan Pom Mini dikemanakan uangnya,saya bilang uangnya di tarik kembali oleh Kades Dahiman,Hingga beberapa kali pertanyakan,’kata Kepala Desa “ uangnya digunakan Menggade sebidang Tanah Sawah milik Ibu Nengsih”kata Kades Dahiman”

Wawan mengatakan kepada WH menurut Kades Dahiman agar permasaalahan dana BUMDes selalu dipertnyakan oleh masyrakat,seolah-olah dana yang di pinjam kades sudah dikembalikan,agar bisa menolong Kepala Desa, dibuatka Kwitansi Pengemblian Uang BUMDes sebanyak 144 juta, saya bilang uangnya mana pa Kades,”kata Kades Dahiman”

Ini hanya kwitansi boong-boongan agar urusan dana BUMDes selesai, udah tanda-tangan saja jangan takut semua ini kalau ada apa-apa urusan pa Kades,saya sempat bertahan tidak mau tanda-tangan Kades Dahiman memohon beberapa kali, saya bilang ini uang Negara Pa? kalau nanti ada apa-apa gimana, kata Kades tanggung jawab Bapak, secara terpaksa saya Tanda-Tangan, padahal uangnya seperakpun saya tidak terima”kata wawan”
,
Jelang hari, masyarakat pada datang Menurut masyarakat imformasi uang BUMDes yang dipake Pak Kades Dahiman sudah dikembalikan, Uang sebanyak tersebut untuk diperuntukan modal pengadaan gas LPG 3 kg dan Pom Mini sekarang mana Pom Mini belum ada gas LPG juga tidak ada,saya merasa malu kepada masyarakat, pasalnya uang BUMDes Milik Desa bukan Milik Kepala Desa, hingga saya sakit dalam,

Kata Wawan penyakit saya takkunjung sembuh selalu memikirkan uang Negara, sedangkan saya sudah Tanda-Tangan pengembalian uang BUMDes uangnya masih di tangan Kepala Desa agar saya tidak terlibet, Pada tanggal 15 Januari 2019 saya mengundurkan diri Jabatan Direktur BUMDes Karyamandiri,pungkasnya,Wawan Penyakitnya takunjung sembuh hingga Wawan Meninggal Dunya

Sementara” Pestamin Sinaga Kerua Lembaga KPK DPC Kabupaten Karawang angkat bicara,

Kepala Desa adalah ujung tombak pembangunan,oleh karena itu pemerintah terus berupaya mendorong ekonomi desa dengan penyaluran Dana Desa ( DD ) dan program pengembangan Badan usaha milik Desa BUMDes “kata Sinaga” Permendes Nomor 22 Tahun 2016, salah satu pointnya adalah mewajibkan pemerintah desa membangun BUMDes.ucap sinaga” (30/9/2020)

Merujuk Peraturan Kemendesa PDTT No.3 tahun 2015 tentang Pendampingan Desa Sebagai Garda Terdepan Pendamping Desa diharapkan mampu menggiring dan mendorong desa dan mampu mendampingi Desa dalam mengoptimasi aset lokal yang ada di Desa. Aset juga dapat dikelola oleh desa melalui BUMDes yang diharapkan mampu menjadi salah satu sumber pendapatan Aset Desa

Pada Bab II tentang tugas pendamping dalam pasal 11 Permendesa Nomor 3 tahun 2015, telah dijelaskan bahwa Pendamping Desa bertugas mendampingi desa dalam penyelenggaraan pembangunan Desa dan pemberdayaan masyarakat Desa. Pendamping desa itu sendiri terdiri dari point-point berikut.a. Tenaga Pendamping Professional, yaitu pendamping Desa (Kecamatan), pendamping Teknis Kabupaten

PD dan PLD adalah sebuah jabatan di bawah Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) yang pembentukannya berdasarkan Undang-Undang Desa, yang bertugas untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat di sebuah desa.

Dalam hal ini,Kabid PUEM DPMD Kabupaten Karawang,Pendamping Teknis Kabupaten Segera Sidak ke Desa Kutakarya Kecamatan Kutawaluya, Dana BUMDes Karyamandiri sebesar Rp. 144 juta, yang bersumber dari Dana Desa anggaran tahun 2017, untuk modal usaha ekonomi produktif (UEP) pengadaan Gas LPG 3 kg dan Pom Mini, sampai saat ini di kantongi Kepala Desa

Dengan akal bulus Kepala Desa ( Dahiman ) membuat kwitansi palsu (boong-boongan) pengembalian uang BUMDes Rp.144 juta, yang harus di Tanda- Tangan oleh Direktur BUMDes Karyamandiri ( Wawan ) akibat ketakutan mengalami penyakit dalam hingga meninggal dunia,”kata” Pestamin Sinaga”

Kepada Kepala DPMD Kabupaten Karawang Segera Memanggil Kepala Desa Kutakarya dan Pendamping Desa Kecamatan Kutawaluya diduga kerjasama untuk menggelapkan dana BUMDes anggaran tahun 2017

Kepada Kepala DPMD/ Kabid PUEM Kabupaten Karawang Agar Membentuk tim pencari fakta untuk melakukan penyelidikan sesuai dengan kewenangannya, untuk menerapkan Hukum sesuai dengan ketentuan dan perataturan perundang-undangan dengan tetap konsisten Terhadap setiap orang yang diduga melakukan Tindak Pidana
2, Segera Memanggil dan memeriksa Kepala Desa Kutakarya ( DAHIMAN ) beserta bagi para oknum yang terlibat didalamnya yang telah dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum
3, Dengan tetap mengacu pada “azas praduga tak bersalah” kami berharap agar pihak-pihak yang berkompeten yang dalam hal ini Kepala DPMD/ Kabid PUEM Kabupaten Karawang agar segera melakukan tindakan Hukum sesuai dengan kewenangannya

Dan selanjutnya kami akan menyimpan berkas, gambar, rekaman dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan suara gambar maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunanakan media cetak media Online media elektronik yang tersedia. Disisi lain, hal yang mendapatkan informasi atau salinan data ini kami anggap masih dalam koridor tupoksi dalam melakukan pengamatan dan pemantauan serta fungsi PERS selaku control social masyarakat, Pungkasnya ( Rahmat.K )