Pemberitaan Yang Dididuga TKSK Cibuaya Kerjasama Dengan e-warong Yang Melanggar Peraturan ( Kemensos ) dan Pungutan Liar ( Pungli ) Adalah Perbuatan Inisiatif Sendiri e-warong MIKALIA Memberikan Keterangan Palsu Kepada Media Warta Hukum,

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Kab. Karawang : Menindak Lnjut Berita pada (8/9/2020) Warga masyarakat dusun krajan RT.01-02 Desa Kedungjeruk Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang, Resah pasalnya,saat KPM melakukan pencairan uang tanai di e-warong yang seharusnya para KPM menerima uang tunai Rp.500.000 para KPM menerima uang tunai Rp.370.000, diduga TKSK Cibuaya Kerja Sama dengan e-warong Melanggar Peraturan ( Kemenses )

Media WH mencoba menyambangi warga dusun krajan kedungjeruk saar konfirmasi masyarakat yang mendapat Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ) resahnya para KPM dengan adanya oknum RT dan oknum ( Linmas ) setelah di ketahui saat para KPM menggesek Kartu KKS di mesin EDC e-warong uang saldo hanya 400.000, para KPM menerima uang tunai 370.000,menurut para KPM dusun krajan kedungjeruk membenarkan atas penemuan Media WH.
Sebelumnya oknum RT dan oknum Linmas menyambangi rumah para KPM RT.01 dan RT.02, menurutnya yang mendapat Kartu KKS yang baru untuk pencairan uang tunai di bank BTN system manual tidak bisa di mesin EDC e-warong, atas perintah e-warong untuk menarik/mengumpulkan Kartu KKS,

Dilain tempat Media WH mencoba menyambangi e-warong MIKAILA,milik WAWAN di Dusun Krajan Kedungjeruk, saat di konfirmasi adanya temuan dari dusun krajan kedungjeruk,resah pasalnya,Kartu ATM/ KKS dan Kartu Sembako di tahan e-warong ada juga ATM/ KKS di tangan KPM sebelum pencairan kedua Perangkat Desa oknum RT dan oknum LINMAS menyambangi rumah para KPM dengan Modus atas perintah e-warong WAWAN
Menurut keterangan RT. dan LINMAS keterngan dari WAWAN pemilik e-warong MIKAILA untuk KPM KKS yang baru penarikan uang tunai di bank BTN secara manual tidak bisa di gesek di mesian EDC e-warung harus mellui Komputer,
Setelah Kartu KKS dikembalikan kepada para KPM.mencoba menggesek di mesin EDC e-warong Pajaten Cibuaya dan e-warong dusun Tangkolo, ternyata e-warong WAWAN telah membohongim para KPM setelah di gesek uang saldo tidak ada 500.000 hanya ada 400.000 para KPM menerima uang tunai 370.000,
Wawan pemilik e-warong MIKAILA membenarkan kedua perangkat desa RT.01 dan RT.02 RT, Endam dan LINMAS Ade, untuk menarik Kartu ATM/ KKS, yang baru, kami melakukan penarikan Kaartu ATM/ KKS atas perintah atasan Pa Intang selaku TKSK, menurut TKSK KKS yang baru penarikan uang tunai di bank BTN system manual tidak bisa di gesek di mesin EDC e-warong harus melaluli Komputer”ucap wawan”

RT. Endam bersama LINMAS Ade mengambil uang para KPM RT.01 dan RT.02 sebesar 100.000 saya tidak tau , perlu diketahui Dusun Krajan Kartu Sembako lama sebanyak 230 KPM, Kartu KKS yang baru ada 121 KPM, untuk RT.04 sebagian para KPM yang menarik uang tunai sebagian yang menarik uang tunai e-warung, pasalnya memang sebagian Kartu KKS KPM di e-warong, saya sendiri yang menaarik uang tunai di e-warong Kalidungjaya, malem itu juga Istri saya yang memberikan ke para KPM.”ucap wawan”

Sama halnya di katakana Winah kepaada Media WH saya hanya menarik uang tunai KKS Rt.04 sebagian oleh para KPM sebagian oleh suami saya, pasalnya yang sebagian kartu KKSnya di tampung di e-warong termasup Kartu Sembako,”kata winah” Setelah suami saya menarik uang tunai sebagian KPM RT.04 di mesin EDC e-warong Kalidungjaya malam itu juga saya antarkan ke para KPM RT.04”kata winah” saya akui para KPM member jasa sebesar 20.000.ucapan terima kasih kepada saya,ucap winah kepada WH.

Menurut keterangan Atasan Pa Intang Sebanyak 121 KKS yang baru bisa di cairkan pada bulan Agustus 2020 menurut TKSK sehubungan kartu baru sudah lama belum masup kebank BTN uangnya,kata Pa Intang
Pencairan bank BTN”sistem manual tidak bisa di gesek di mesin EDC e-warong harus melaului Komputer, atas perintah Atasan pa intang semua kartu KKS baru agar di tarik di kumpulkan/ Kolektif dari KPM

Sebelumnya saya melaporkan sebanyak 15 nama KPM ganda”kata Atasan Kartua KKS ganda poto semua kirim lewat WassAf. Kemudian saya poto dan di kirimkan ke P Intang,”kata pa Intang jangan sampai ada nama KPM ganda cukup 1 KKS saja, nanti juga sama saldo uang tunai dan Saldo Sembako juga masup,

Kartu Sembako yang lama sebanyak 15 KPM di simpan dibuang saying”kata winah” setelah mendengar dan melihat Kartu Sembako lama saat Kartu Sembako Pa Saitam di gesek di mesin EDC e-warong saya ternyata benar uang saldo Sembako ada 200.000, saya ingat Kartu Sembako lama 15 KPM mencoba di gesek,13 Kartu Sembako ada saldo 200.000 yang 3 mental ada tanda kutif, nama N.0cih, E.Sumarti dan H.Hartono yang 3 ridak saya kasih Sembako, yang 2 KPM diketahui nama KPM orang Tangkolo pungkasnya,

Setelah terbit Berita di Media Warta Hukum pada (9/20) TKSK Kecamatan Cibuaya merasa di Cemarkan merusak nama baik TKSK Cibuaya, dengan dalih,mengolektif Kartu Sembako dan Menarik/ Mengumpulkan Kartu KKS dari para KPM sebelum para KPM melakukan Penarikan Uang Tunai dari e-warung, Meng atas namaka PerintahTKSK, sehingga para KPM resah,setelah penarikan uang tunai di e-warong per KPM hanya menerima 370.000,
Media Warta Hukum bersama Lembaga KPK DPC Karawang, pada (24/9/2020) saat menyambangi Kantor Dinas Sosial Kab. Karawang, Menindak lanjut Laporan Lembaga KPK dan Pemberitaan Media WH terkait dugaan Dana KPM KKS di jadikan Ajang pungli dengan cara sebelum para KPM melakukan penarikan uang tunai di mesin EDC e-warong, Kartu para KPM di gesek terlebih dahulu oleh oknum Perangkat Desa Kedungjeruk, oknum, RT dan oknum Linmas, per KPM diambil 100.000, para KPM menerima uang tunai 370.000,
Saat Kompirmasi Kabid Program Sembako,KKS dan PKH, Danilaga” di ruang Kantornya, sudah ada TKSK Kecamatan Cibuaya” Intang” saat Media WH bersama Lembaga KPK Karawang konfirmasi menindak lanjut Laporan Lembaga KPK dan Pemberitaan Terkait yang diduga TKSK kerjasama dengan e-warong, sesuai dengan Poto/ Gambar dan Rekaman dari Para KPM dan e-warong saat konfirmasi, hal yang dilakuakan atas Perintah TKSK,

Menurut Kabid Dinas Sosial “ Danilaga”setelah Terbitnya Berita di Media Warta Hukum pada (9/9/2020) yang diduga TKSK kerjasama dengan e-warong dengan adanya Program Kemensos di jadikan Ajang Pungutan Liar ( Pungli ) Kabid Danilaga” langsung turun ke Kecamatan Cibuaysa, sekaligus menyambangi beberapa e-warong, dan para KPM ”ucap danilaga kepada WH. Kamis (24/9/2020)

Menurut keterangan beberapa e-warong kami merasa hilap telah mengatas namakan Perintah TKSK melakukan hal tersebut,begitu juga kepada para KPM KKS dan KPM Program Sembako,para e-warong di wilayah Kecamatan Cibuya kami mohon maaf,atas kejadian yang kami lakukan,sama halnya oknum RT.dan oknum Linmas,yang telah mengambil uang para KPM sebesar 100.000 bersedia untuk mengemalikan.

Menurut” Danilaga”TKSK agar mengundang para e-warong, RT.Linmas,dan para KPM, secepatnya, agar kasus ini cepat selesai, Alhamdulilah atas saran dan perintah “Danilaga” pada (9/20) TKSK mengundang KPM dusun Krajan Kedungjeruk yang hadir sebanyak 29 KPM dan Perwakilan KPM.BPNT perluasan Kepala Desa Kedungjeruk, Ketua BPD dan para Perangkat Desa RT.Linmas RW dan Kadus di lakukan Musyawarak Penyelesaian Masalah” bertempat di Rumah Rukun Warga ( RW.01 )
“Dibuatkan Berita Acara Musyawarah Penyelesaian Masalah” yang terjadi di Dusun Krajan yang dilkukan RT.Linmas dan ( e-warong MIKAILA) dengan masyarakat setempat, Adapun Pemasalahannya : Pada hari sabtu (5/9/20) telah terjadi pemumpulan Kartu KPM.BPNT perluasan dengan dalih untuk dilakukan dokumentasi persyaratan Transaksi manual, yang dilakukan oleh oknum Aparat Desa RT dan Linmas yang di Perintahkan oleh “ WAWAN e-warong MIKAILA”

Bahwa dugaan/ unsur penggelapan uang para KPM pada saat Pengumpulan Kartu dikolektif yang dilakukan oleh oknum RT dan oknum Linmas0” setelah Kartu terkumpul, oknum RT dan oknum Linmas,dengan leluasa menggesek di e-warong Pajaten Cibuaya ada Juga di e-warong Tangkolo, per KPM uang yang di ambil oleh dua oknum Aparat Desa sebesar 100.000,

Kemudian oknum RT dan oknum Linmas mengembalikan lagi Kartu tersebut kepada para KPM dengan dalih pengumpulan Kartu BPNT perluasan tersebut agar para KPM mencairkan uang tunai di mesin EDC e-warong yang lain,

Ada sebagian masyarakat Kartu BPNT perluasan yang tidak pungut/ dikolektif, oleh oknum RT dan oknum Linmas, Setelah mencoba menggesek di mesin EDC e-warong MIKAILA ada saldo uang sebesar 500.000, setelah mengambil uang saldo sebanyak tersebutn memberitahukan kepada para KPM yang Kartu BPNT perluasan di Kolektif uang saldo yang masup sebesar 500.000,

Bahwa terjadi keresahan dimasyarakat Para KPM kartu BPNT perluasan yang di kolektif oleh oknum RT dan oknum Linmas setelah menggesek Kartu terebut di mesin EDC e-warong Dusun Tangkolo uang saldo hanya menerima 370.000,

Setelah masyarakat resah/ gaduh oknum RT dan oknum Linmas mengembalikan uang 100.000, ke para KPM yang di ambilnya dan saat itu juga Kartu yang di tangan e-warong MIKAILA milik WAWAN semuanya di kembalikan ke para KPM,

Setelah Permasalahan dan Jelas yang dilakukan oleh oknum RT dan Linmas dan e-warong MIKAILA milik WAWAN memohon maaf terutama Kepada TKSK Kecamatan Cibuaya melakukan hal tersebut mengatas namakan Perintah TKSK untuk mengumpulkan/ kolektif Kartu tersebut, yang sudah merusak citra TKSK Kecamatan Cibuaya, Memohon maaf juga kepada masyarakat’kata wawan”

Yang saya lakukan memerintahkan kepada RT dan Linmas untuk menarik/ kolektif Kartu BPNT perluasan mengatas namakan Perintah TKSK yang sebenarnya TKSK tidak merintahka hal tersebut, semua ini Inisiatif saya bersama RT dan Linmas,

Sementara’ TKSK Kecamatan Cibuaya” Intang”yang namanya sudah di cemarkan nama baiknya,selaku TKSK Kec.dimata masyarakat, juga merasa malu oleh Dinas Sosial Kab. Karawang,”kata Intang” sesuai dengan pungsi dan Tugas TKSK Cibuaya, Kasus ini ingin menindak lanjut,secara hukum, namun kami bukan Malaikat, kalau kasus ini di lanjut ke rana hukum,di anggap kami Taga/ kejam, yang diduga oknum RT, oknum Linmas dan oknum e-warong MIKAILA, sudah memohon maaf atas kasus yang mereka lakukan,ucap Intang”

Kami maafkan,dari mulai hari ini setelah di adakan Kelarifikasi/ Musyawarah,bersama masyarakat,Kartu KKS-BPNT perluasan agar semua milik KPM dikembalikan,pada waktu pencairan uang tunai,program sembako, biarkan para KPM yang melakukan penarikannya masing-masing KPM,
Berdasarkan Peraturan Direktur Jendral Perlindungan dan Jaminan Sosial Nomor: 04/3/OT.02.01/1/2020 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai, bab II Sosialisasi dan Edukasi, huruf f menyatakan bahwa penggunaan/penarikan rekening bantuan sosial PKH/KKS termasuk jenis tabungan/kartu, maksimal transaksi, aktivasi, penggantian PIN dan fasilitas lainnya dilaksanakan sendiri oleh KPM.

Surat edaran Surat Bupati Karawang Nomor:460/3097/Dinsos tentang pemegang kartu Keluarga Sejahtra (KKS) Penerima Program Sembako dan Program Keluarga Harapan, Berdasarkan Prinsip Pelaksanaan Penetapan Kartu Keluarga Sejahtra (KKS) dalam Pedoman Umum Program Sembako Tahun 2020,

Kepada seluruh pelaksana Pelayanan Umum/ Publik pada Program Sembako, Kementrian Sosial RI, Khusnya Agen Bank Himbara, Pemilik e-warong, Koordinator Daerah Program Sembako, Pendamping Sosial Program Sembako/ TKSK, Pendamping PKH, Ketua Kelompok KPM PKH, Aparat Desa/ Kelurahan, Kepala Dusun, Ketua RT dan RW, Tidak Diperkenankan untuk menampung, menyimpan dan menerima titipan Kartu Keluarga Sejahtra (KKS), baik KPM PKH ataupun Program Sembako, atas dasar alasan apapun,”dengan tegas Intang”pungkasnya,
Hasil Klaripikasi/ Musyawarah dengan Masyarakat dan Perwakilan Masyarakat yang di hadiri Kepala Desa Kedungjeruk, Anggota BPD, masyarakat yang hadir 29 orang dan Perwakilan KPM BPNT perluasa Musyawarah tersebut Yang menghasilakan kesepakatan bersama.Kasus ini ditempuh secara Musyawarah dan Masyarakat tidak akan menempuh ke Jalur hukum, Dalam Surat Berita Acara Musyawarah di Tanda Tangani oleh masyarakat di Kerahui/ Mengetahui Kepala Desa Kedungjeruk beserta Anggota BPD dan Perwakilan KPM BPNT perluasan,

Sementara”Ketua Lembaga KPK DPC Karawang” Pestamin Sinaga”menanggapi hal tersebut angkat bicara,Setelah di ketahui bahwa Pengakuan oknum RT, oknum Linmas Perangkat Desa Kedungjeruk dan pengakuan” oknum e-warong MIKALIA “ WAWAN bersama Istrinya WINAH” saat Media Warta Hukum Konfirmasi WAWAN dan WINAH pada ( 8/9/2020) di rumahnya , keterangan di atas “ atas Perintah TKSK, “ Intang ”kata pestamin sinaga”

Setelah di adakan Klarifikasi/ Musyawarah yang diduga para pelaku bersama Masyarakat,Mengakui Perbutannya itu Mengatas namakan atas Perintah TKSK, namu fakta Keterang e-warong itu, member keterangn Palsu kepada Media WH, ucap Pestamin sinaga”

Sercara Hukum Wawan bersama Wunah sudah member Keteangan Palsu Kepada Media WH. Setelah terbit Berita, Masyarakat dusun Krajan Kedungjeruk Resah,sehingga Ketua Lembaga KPK Karawang Melaporkan Yang diduga TKSK Kecamatan Cibuaya Kerjasa dengan e-warong MIKAILA’”kata Pestamin Sinaga”

Walaupun sudah ada kesepakat bersama anatara Masyarakat, TKSK dengan oknum e-warong, tidak akan menuntut secara hukum,ditempuh secara Kekulawargaan, tetap Kasus Memberi Keterangan Palsu yang di lakukan oleh Wawan dan Winah,akan kami ditindak lanjut,Kerana Hukum dengan tegas” Pestamin Sinaga kepada Media WH pungkasnya ( Rahmat. K )
,