DUGAAN SALAH TANGKAP, MAHASISWA DESAK KAPOLRESTABES KOTA BANDUNG DICOPOT

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Jabar : Puluhan demonstran yang mengatasnamakan Barisan Aksi (BARAK) Pemuda dan Mahasiswa berunjuk rasa di Markas Polisi Daerah Jawa Barat di Jalan Soekarno Hatta hari ini (21/9).

Mereka menuntut keadilan atas dugaan salah tangkap hingga mengakibatkan tindak kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian resort kota besar Bandung terhadap pelajar/remaja usia dibawah umur yang terjadi pada Senin, 21/9/2020.

H. Rizky selaku koordinator aksi menyampaikan jika demonstrasi yang terjadi hari ini digelar sebagai bentuk keperihatinan terhadap korban yang menambah daftar panjang kekerasan yang dilakukan oleh kepolisian.

“Atas dasar apapun kekerasan tidak bisa dibenarkan, apalagi kali ini yang menjadi korban pelajar/remaja usia dibawah umur, kami meminta oknum  kepolisian tersebut agar di sanksi kode etik, disiplin hingga pidana,” Ucap Rizky.

Rizky juga mendesak agar kasus ini segera ditindak lanjuti oleh Propam. Sebab menurut dia, tidakan kekerasan tidak layak dilakukan oleh siapapun terutama kepada anak di bawah umur.

“Kami meminta agar Propam juga untuk transparan dan akuntabel menuntaskan kasus ini, dan apabila kasus ini mandek kami menuntut agar Kapolrestabes Bandung di copot”, Ujar Rizky dalam orasinya.

Para demonstran ini menyoroti perlakuan oknum polisi terhadap enam pelajar/remaja usia dibawah umur yang diduga jadi korban salah sasaran. Ke enam pelajar/remaja dibawah umur tersebut mendapat intimidasi dan pukulan hingga mengakibatkan luka pada bagian kepala, leher, tangan (sikut) serta punggung.

Kejadian naas tersebut terjadi pada hari Jumat, 11 September 2020. kronologisnya terjadi ketika petugas kepolisian sedang melakukan penertiban dan pembubaran kepada sekelompok pelajar/remaja yang sedang melakukan konvoi kendaraan roda dua di Jl. Pasteur yang sempat viral. Entah apa motivasinya, dihari yang sama dalam waktu yang berbeda dan tempat yang berbeda pula, ada enam remaja sedang melakukan selfi, membuat kreatifitas video dan cari makan pada petang hari di sekitar Jl. Veteran yang tiba-tiba mendapat tindakan tidak manusiawi yang merendahkan martabat manusia dengan diintimidasi dan dipukuli tanpa sebab oleh oknum aparat kepolisian.

Para demonstran berjanji akan terus mengawal peristiwa tersebut, dan akan kembali lagi dengan massa yang lebih banyak apabila kasus tersebut dibiarkan.