SIDANG KE – 4 DI PENGADILAN NEGRI BREBES TERKAIT KASUS DUGAAN PENGANIAYAAN, PENDEMO MEMINTA SUPAYA TERDAKWA ENGGIN DI TAHAN

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Brebes : Kamis (17/09/2020) Sidang ke-4 kasus dugaan penganiayaan yang di lakukan oleh Enggin bin Sapun yang juga merupakan Kepala Desa Luwunggede, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes dengan nomor 104/ pid.sus /2020. Sidang Dipimpin oleh Majelis hakim Tornado Edmawan SH MH , Agung Budi SH MH , Setiawan SH.MH, dengan penuntut umum jaksa margareth novita F.P.L SH, pada kamis 17 september 2020 dengan agenda sidang penuntutan umum memasuki tahap pembacaan keterangan saksi saksi dan keterangan ahli.

Di jelaskan oleh Agung Budi Setiawan selaku humas Pengadilan Negeri Kabupaten Brebes, Beliau memaparkan bahwa dalam sidang Keempat ini Terdakwa Enggin baru masuk dalam tahap pemriksaan keterangan saksi, Dari keterangan jaksa penuntut umum dihadirkan saksi Seorang Dokter yang memeriksa korban dan keterangan dari dua orang saksi yang meringankan dari Pihak terdakwa dengan menghadirkan istri terdakwa dan saudara terdakwa.

Sidang akan berlanjut Hari Kamis pekan depan, tanggal 24 september 2020 dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Sementara sidang dispersi dengan terdakwa “T” anak yang masih terkait dengan terdakwa engine ini hasil sidang berakhir dengan perdamaian artinya dari keluarga pelaku dan anak korban sudah dikembalikan semula seperti sediakala.

Artinya masih bisa dilakukan upaya perdamaian atau ganti kerugian Atau upaya lain.

Untuk sidang kelanjutan akan di jadwalkan hari Kamis 24 september 2020 pekan depan akan di lakukan pembacaan tuntutan, penilaian hakim atas tututan Pasal yang disangkakan pasal 80 ayat 1 Jo pasal 78 undang-undang republik indonesia nomor 17 tahun 2016 tentang peraturan perundang-undangan nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang republik indonesia nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Dalam sidang pertama ancaman hukuman yang didakwakan kepada saudara Enggine adalah 3 tahun 8 bulan

Lebih lanjut, Humas Pengadilan Negeri Kabupaten Brebes, Mengatakan bahwa alasan kenapa sampai dalam sidang keempat terdakwan tidak ditahan itu, karena ancaman hukumannya masih di bawah 5 Tahun kurungan penjara, “Ujar Humas Pengadilan Negri Brebes Agung Budi Setiawan. (Red_TAW)