PEDULI PENYALAHGUNAAN DAN KORBAN PECANDU NARKOBA, PONDOK PESANTREN AT TAUBAH BERSINERGI DENGAN BNNP JAWA TENGAH DALAM PROGRAM INTERVENSI BERBASIS MASYARAKAT (IMB).

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Demak : Pecandu dan Korban Penyalahgunaan narkoba selama ini dalam melaksanakan rehabilitasi selalu mengakses fasilitas rehabilitasi. Baik yang berasal dari Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah (LRIP) maupun Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (LRKM) yang diselenggarakan oleh Masyarakat.

Pengasuh Pondok Pesantren AT TAUBAH K.H Hamdun ” dengan adanya program Pemulihan berbasis intervensi (PBM) kami sangat mendukung karna kami sangat prihatin dengan kondisi anak2 yang sangat mudah tergiur dengan obat2an terlarang,bahkan ada anak usia kelas 4 SD yang sudah mulai mencoba coba,untuk itu kami berharap dengan adanya program IBM nanti dapat meminimalisir adanya para pecandu obat2an terlarang tersebut”ujarnya

Selama ini terkadang dalam mengakses rehabilitasi tersebut kurangnya informasi yang didapatkan menyebabkan sempitnya jangkauan layanan rehabilitasi bagi pengguna narkoba. Oleh karena itu pada hari ini 17 September 2020 di Pondok Pesantren AT TAUBAH yang bertempat di Jl.jati dempel RT02 RW 01 Kelurahan jetaksari kecamatan sayung kabupaten Demak di luncurkanlah program “Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM)”

Kasie penguatan lembaga rehabilitasi (PLR) Badan Narkotika Nasional Propensi Jawa Tengah Antok beserta team menjelaskan, Program Intervensi Berbasis Masyarakat merupakan serangkaian aktivitas dibidang rehabilitasi terhadap korban penyalahgunaan narkotika yang dirancang dari masyarakat dan untuk masyarakat. Terdiri dari kegiatan Skrining Intervensi Lapangan (SIL), Pemulihan Berbasis Masyarakat (PBM) dan Kegiatan Pasca Rehabilitasi oleh Agen Pemulihan (AP) dengan memanfaatkan fasilitas dan potensi masyarakat.

Kepala Desa jetaksari Sunaryo ” kami selaku pemerintah Desa akan mensuport terkait program Pemulihan Berbasis Masyarakat (PBM ),Jadi program ini sebenarnya dirancang dengan masyarakat di suatu wilayah khususnya pemerintah Desa sebagai subjek utamanya. Program Pemulihan Berbasis Masyarakat Program (PBM) adalah layanan yang paling banyak dibutuhkan oleh pengguna narkoba dan layanan termurah yang dapat disiapkan melalui kegiatan penjangkauan, deteksi dini, edukasi dan pendampingan serta rujukan sesuai tingkat keparahan dan kebutuhan pengguna narkoba.

Program PBM yang dirancang ini memiliki tujuan yaitu pertama untuk menemu-kenali pengguna narkoba atau yang biasa disebut dengan deteksi dini terhadap pengguna narkoba. Nantinya program PBM ini akan membutuhkan orang-orang yang berperan aktif didalam tim PBM yang biasa disebut dengan kader.

Kader-kader yang di bentuk nanti akan melaksanakan kegiatan atau program IBM akan diberikan pelatihan mengenai teknis pelaksanaan program tersebut. Tujuan yang kedua yaitu untuk memberikan informasi bagaimana cara mengatasi masalah penggunaan narkoba.

Selama ini kadang ditemui banyak pecandu dan penyalahguna sebenarnya menginginkan untuk pulih tetapi tidak mengetahui bagaimana caranya. Tujuan yang ketiga yaitu untuk melakukan penjangkauan untuk identifikasi pengguna narkoba dan tingkat permasalahannya.

Para pecandu dan penyalahguna selama ini ketika mereka menggunakan narkoba juga sering ditemui memiliki masalah yang kompleks yang kadang itu menjadi trigger (pemicu) yang bersangkutan akan relapse kembali. Tujuan yang keempat yaitu untuk mendampingi dan memberikan dukungan kepada pengguna narkoba dengan tingkat risiko rendah melalui intervensi awal.

Pada tanggal 17 – 9 – 2020 pukul 10.30 ini BNN Propensi Jawa Tengah bekerja sama dengan PP AT- TAUBAH dan stakeholder terkait menetapkan 1 kelurahan yang menjadi pilot project dalam program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) yakni di kelurahan Jetaksari Kecamatan Sayung Kabupaten Demak.

Proses Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) ini akan berlangsung setelah terbentuk tim Kader Intervensi Berbasis Masyarakat yang terdiri dari generasi muda tokoh agama dan tokoh masyarakat yang diharapkan nantinya akan berperan aktif dalam kegiatan tersebut.

Selain kader IBM juga akan dibentuk tim Agen Pemulihan (AP) yang akan melaksanakan program pasca rehabilitasi di kelurahan Jetaksari Kecamatan Sayung Kabupaten Demak.

Harapan kita tentunya dimasa yang akan datang akan banyak lagi kelurahan di kota Jogja yang dapat ditetapkan juga sebagai tempat untuk melaksanakan program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) sehingga nantinya para pecandu dan penyalahguna narkoba akan mengakses program ini secara lebih mudah. (nur/znl)