Saluran Wates Ditutup Sebelah Tetangga Desa Mengeluh

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Nganjuk : Warga Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk mengeluhkan penutupan saluran irigasi yang dilakukan oleh pihak tetangga Desa Wates. Pasalnya, saluran irigasi tersebut merupakan saluran milik pengairan,yang berperan cukup penting dalam mengalirkan air apalagi pada musim penghujan.

Seorang warga, yang tidak mau disebutkan namanya ditemui pada 8/9/20 “mengatakan” dengan ditutupnya saluran tersebut maka membuat Desa sebelah bakalan rawan kebanjiran,pada musim penghujan nantinya,sebab saluran yang sebelumnya ada dua lajur kini diubah menjadi satu jalur saja,ketika masuk Desa wates.

Parahnya lagi, warga Desa sebelah tidak pernah diajak musyawarah prihal penutupan irigasi tersebut”Katanya.

“Bagaimana kami tidak mengeluh? Saluran irigasi yang ditutup itu, selain sebagai sumber pengairan lahan pertanian, juga sebagai saluran buangan yang berfungsi untuk mengatasi banjir nantinya mas di musim penghujan. Kalau seperti ini, gimana salurannya kan jadi sempit,kalau memang boleh apa yang sini kita tutup saja sekalian ? “Tambahnya.

Saluran irigasi itu ditutup untuk aksen jalan ke sawah sepertinya mas,untuk penutupan saluran sepertinya sudah berlangsung beberapa bulan.

“Mestinya, saluran jangan ditutup sebelah seperti itu kenapa gak dinormalisasi saja kalau memang di jadikan satu di perbesar di ambil tengahnya saja. Kami juga mempertanyakan, apakah penutupan saluran sudah melalui proses izin atau belum. Itu karena menyangkut kepentingan masyarakat banyak tidak hanya di Desanya saja”Pungkasnya.

Sementara itu Kepala Desa Wates dikonfirmasi terkait hal ini pada 8/9/20 melalui pesan Aplikasi Whats App “menerangkan” bahwa fakta dilapangan salah satu dari 2 saluran tersebut hanya di penuhi oleh sampah,dan masyarakat sekitar menghendaki agar di tutup saja untuk kepentingan jalan saya juga sudah berkoordinasi dengan jogotirto saya serta kegiatan tersebut mengunakan dana Kas Desa.

Dan menyayangkan pihak Desa sebelah yang baru memperotes setelah selesai pekerjaan. Sebab seharusnya dari Desa Malangsari ada juru yang bisa mengingatkan apabila pekerjaan itu dirasa salah. Seperti jembatan c6 yang bukan kewenangan Desa tapi setelah jadi baru ramai”Terangnya.(Tian)