Bawaslu Ada Apa Denganmu??? Pleno Keputusan Sengketa Ikke- Zam Berubah Dari Pleno Terbuka Menjadi Pleno Tertutup.

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Bandar Lampung  : Pagi ini, Rapat Pleno di Bawaslu Bandarlampung, terkait hasil keputusan Bakal Calon Independen (Bacaden) Walikota dan Wakil Walikota Ikke-Zam.

Pengamanan semakin diperketat hari ini, ratusan aparat TNI, POLRI, SATPOLPP dikerahkan pada hari ini ( Sabtu, 12 September 2020).

Pleno yang diagendakan sejak awal merupakan Pleno terbuka tiba tiba hari ini menjadi pleno tertutup, dua ruas jalan diblokade, dan pintu masuk jalan kearah kantor bawaslu dipasang pagar kawat.

Sementara di ruas Jalan Dr. Susilo sekitaran BAWASLU (Badan Pengawas Pemilu) puluhan pendukung pasangan calon walikota dan wakil walikota Ikke- Zam masih setia dan meneriakkan yel yel sebagai bentuk dukungan kepada Ikke- Zam. Sekali lagi Tim Pers tidak diberikan kebebasan dalam meliput dengan alasan demi kondusifitas selama musyawarah berlangsung. Namun tadi pagi sempat terjadi kericuhan diluar kantor BAWASLU karena Pers dan pendukung Ikke-Zam.tidak diperbolehkan meliput dan menyaksikan langsung sidang Pleno.

Dalam pembacaan keputusan Bawaslu di sidang musyawarah terbuka menyatakan keputusan Bawaslu nomor  001/PS.Reg/18/18.71/IX/2020, mencatat, mendengar dan memeriksa bukti, membaca kesimpulan termohon dan pemohon, Bawaslu kota Bandar Lampung memutuskan menolak segala bentuk gugatan dari pemohon seluruhnya.

Hal inilah yang membuat pendukung Ikke- Zam menjadi berang, pasalnya sudah banyak kecurangan kecurangan yang tampak dan BAWASLU seperti tidak mau melihat fakta tersebut dan terkesan menutup mata.

“Dalam rapat pleno Bawaslu Bandar Lampung (Jumat, 11 September 2020) kemarin hasilnya adalah kami menolak gugatan pemohon yang dihadiri dan ditandatangani oleh seluruh anggota Bawaslu Bandar Lampung” tukasnya.

Ditemui setelah pleno selesai Dang ikke , sapaan akrab Ikke Edwin, menghimbau kepada seluruh jajaran POLRI agar bersikap netral, mengingat dirinya pernah menjadi KAPOLDA, beliau juga menjelaskan bahwa massa yang datang ke BAWASLU adalah keluarga, dan dia menjamin bahwa tidak akan ada tindakan arogan dan anarkis.

“Saya menghimbau kepada semua rekan rekan aparat untuk bersikap netral, yang saya inginkan adalah kebenaran, sebab saya hanya putera daerah yang ingin mengabdi kepada Kampung halaman saya” jelas Dang Ikke.

Penulis: Amelia Hamzah