Ada Apa Dengan Agen-agen BPNT di Kecamatan Kadur??

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Pamekasan : Meski dalam pedoman umum (pedum) sembako 2020 tidak memperkenankan untuk menggunakan sistem pemaketan serta monopoli dalam BPNT, ternyata di kecamatan Kadur masi banyak e_wrung yang menggunakan sistem paket. Selain itu, e_warung tidak memilih suplier sendiri sesuai kehendak mereka. Sebab e_warung ditengarai di intervensi oleh pihak ketiga berinisial HR asal desa Gagah kecamatan kadur Pamekasan.

Salah satu agen di kecamatan kadur yang enggan disebutkan namanya mengatakan, untuk pencairan sembako di bulan ini sama-sama menggunakan sistem paket, hanya saja ada sedikit perbeda’an dengan bulan sebelumnya. Menurutnya, perbedaannya terletak pada beras dan takaran kacang.

“Kalau bulan yang lalu menggunakan merk lima jaya yang 15kg, kacang dan telur mas. Tapi kalau yang bulan ini berasnya ada dua merek mas, untuk yang kualitas premium 1 merknya MAHARANI berat 15kg dan yang kualitas premium 2 mereknya BINTANG MADURA beratnya sama 15kg, namun bedanya di takaran kacangnya mas. Kalau KPM ambil yang merek MAHARANI maka Kacangnya dapet 1/4 dan telor 1kg, tapi kalau yang ambil merk BINTANG MADURA maka kacangnya dapet 1/2 dan telor 1kg mas”. Ucap agen tersebut.

Setelah ditanya berkaitan dengan pemaketan serta penentuan harga satuan sembako, Agen yang enggan disebutkan namanya tersebut mengaku bahwa semuanya itu sudah berdasarkan petunjuk atau arahan “HR”, dan pihaknya hanya menyalurkan saja.

“Ya saya hanya menyalurkan saja mas sesuai petunjuk HR (inisial), termasuk berkaitan dengan komudity serta harganya, itu sudah ditentukan. beras kalau yang premium 1 itu harganya ke KPM Rp165.750, kalau yang premium 2 harganya Rp159.250, Kacang 1/4 Rp 8000, Kacang 1/2 Rp14.500 dan telor Rp26.250,”. Tegas Agen

Agen tersebutpun mengaku belum ada keberanian untuk mandiri (menentukan suplier sendiri), Dan menurut sepengetahuannya rata-rata seluruh agen di kecamatan Kadur semuanya dibawah kordinasi “HR”, terkeculi agen di desa Bungbaruh dan Bangkes.
Wartawan/abd rahman
Kabiro/ach rofiki