TIM SFQR LANAL PALU GAGALKAN PEROMPAKAN MV MERATUS BATAM DIPERAIRAN SELAT MAKASSAR

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH ALKI II Selat Makassar : Tim Visit Board Search and Seizure (VBSS) Second Fleet Quick Response (SFQR) Pangkalan TNI AL (Lanal) Palu berhasil menggagalkan perompakan terhadap MV. Meratus Batam yang sedang berlayar pada Minggu (30/08/2020) di Perairan Teluk Palu, Selat Makassar, Sulawesi Tengah.

Kegaiatan Ini merupakan bagian dari skenario latihan atau simulasi guna membina kemampuan dan profesionalisme prajurit Lanal Palu bersama Prajurit KRI Yos Sudarso 353 serta Bea Cukai dalam mengantisipasi situasi darurat saat melaksanakan operasi bersama dan pemeriksaan kapal di laut.

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Palu Kolonel Laut (P) Rahadian Rahmadi, S.E., M. Tr. Hanla mengatakan sebagai ujung tombak pengamanan Alur Laut Kepulauan Indonesia, Tim SFQR Lanal Palu harus memiliki kesiap- siagaan dalam menjaga dan mengamankan wilayah perairan Selat Makassar sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna laut,” ujarnya.

Latihan keterampilan untuk meningkatkan kecakapan prajurit ini dilaksanakan oleh tiga tim VBSS yakni dari Lanal Palu Kal Talise I.6-65, KRI Yos Sudarso-353 dan Bea Cukai Pantoloan yang berjumlah Dua Puluh Lima orang personil Gabungan dengan menggunakan sarana dan prasarana yang dimiliki masing masing satuan termasuk dermaga, Kal Talise, sea rider dan Kapal BC masing masing BC 300006 dan BC 60002.

Selain itu tujuan dari latihan ini adalah saat melaksanakan pemeriksaan kapal sangat diperlukan tim pemeriksa atau tim VBSS yang siap dan tangguh serta professional sesuai prosedur dan aman dalam setiap melaksanakan pemeriksaan kapal yang dicurigai.

“Latihan bersama VBSS ini merupakan perintah Pangkoarmada II untuk melaksanakan pembinaan terhadap profesionalisme Prajurit, sehingga diharapkan dengan latihan ini prajurit mempunyai pengetahuan tentang tim pemeriksa kapal baik itu teori pemeriksaan maupun aplikasinya di lapangan, termasuk didalamnya kecakapan dalam menggunakan peralatan tim pemeriksa kapal baik secara individu maupun secara kelompok” pungkas Danlanal.