Di Saat Pemberantasan Pademi COVID 19, Tetapi Praktek Dugaan Pungli Di Samsat Surabaya Timur Kian Merajalela

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Surabaya : Disaat Pemprop dan Polda Jatim memberantas penyebaran virus corona pademi Covid 19 dengan cara PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) diseluruh Kabupaten/kota Se-Jawa Timur, sehingga sangat berdampak besar pada perekonomian, mulai dari pengusaha sampai rakyat kecil.

Tetapi disaat masyarakat, khususnya Surabaya sedang mengalami krisis keuangan dampak pademi COVID 19, dimanfaatkan oleh para oknum pejabat di Samsat Surabaya Timur untuk berlomba lomba mengeruk keuntungan demi kepentingan pribadi dengan cara lakukan praktek pungutan liar (pungli) secara besar besaran terhadap wajib pajak, saat melakukan pengurusan surat surat kendaraan, dan sehingga, praktek dugaan pungli di SAMSAT SURABAYA semakin tumbuh subur.

Segala ketentuan/kebijakan di samsat yang seharusnya gratis, tetapi lewat para biro jasa dikenakan biaya lebih saat melakukan pengurusan surat surat kendaraan bermotor (STNK).
Dari hasil Investigasi WARTA HUKUM dilapangan, dan beberapa sumber yang ada di samsat, mengatakan, “bahwa pelayanan disamsat ini, semunya serba uang. Dan banyak praktek dugaan pungutan liar (pungli) yg diminta disetiap loket, semuanya serba bayar.”

Lanjut sumber, praktek tarikan liar di samsat ini sangat bervariasi nominalnya, tergantung berkas yang diajukan. Yang lebih heran lagi, setiap pergantian pimpinan atau paur Baru, segala tarikan pungli semakin melambung tinggi, ujar sumber biro jasa yang bernama Ani yang sangat disegani oleh seluruh pejabat samsat. se-Surabaya.

Berdasarkan hasil pantuan, disalah satu samsat, di samsat surabaya Timur, dan juga beberapa nara sumber lainya, mengatakan, “Memang benar mas, tarip semua loket naik mas, saat pergantian pimpinan samsat (Paur),” ujar sumber. Cek fisik, kendaraan tidak datang, untuk R2 ditarik 50 rb dan R4 100 rb. Bahkan untuk R 6 (truck) lbh gila lagi, ditarik hampir 1,5 juta, ujar sumber yang bernama Ani.

Formulir yang seharusnya gratis ditarik 50 rb sampai 100 rb, selain itu loket blokir bank 50 – 100 rb. Loket penul (5 tahunan), dan loket BBN ditarik 50 sampai 100 rb. Loket duplikat STNK berkisar 100 rb sampai 200 rb. Juga loket mutasi masuk/keluar untuk R2 ditarik 150. dan R4. 250.

Lanjut sumber, semua berkas yang diajuman lengkap. Beda lagi kalau berkas tidak lengkap ada tambahan lagi, lebih besar lagi, begitu informasi dari nara sumber pada media ini saat di konfirmasi.

Sementara itu, saat media ini, mau konfirmasi PAUR Samsat Surabaya Timur AKP Wiliam Thamrin sedang tidak ada ditempat, menurut salah satu staf samsat, “bapak sedang tidak ada ditempat,”, ujar staf samsat yang tidak mau disebutkan namanya. (TIM, Bersambung)