Potensi Pagaralam Yang Terabaikan Pemda

WH Pagaralam Sum-Sel : Wisata Alam Kota Pagaralam merupakan potensi terbesar bagi warga dan Masyarakat sekitar, akan tetapi kurang tersentuh Pemerintah daerah setempat, terbukti dengan keadaan yang terlihat dilingkungan sekitar obyek wisata yang berada di ketinggian 1800 kaki terkesan kotor dan kurang terawat, tepatnya dipuncak kaki perkebunan teh di Kota Pagaralam (13/9).

Terlihat di kaki gunung Dempo Pagaralam ini antusias wisatawan silih berganti naik turun berkunjung ke tempat ini, tidak terlihat pemandu atau guide Untuk menjelaskan atau pun memberi keterangan melainkan wisatawan mencari sendiri informasi tentang obyek wisata di kaki puncak gunung Dempo tersebut.

Hasil pantauan rekan Media warta Hukum obyek wisata tersebut baik dari fasilitas WC, Kamar mandi atau pun Parkir semuanya tidak memadai, Untuk air saja menggunakannya sama sekali tidak ada, terlihat juga sampah berserakan terkesan tidak terurus dan tak terawat.

Ahmad salah seorang wisatawan dari luar kota Pagaralam sangat kecewa dengan Pengelola wisata di kaki gunung Pagaralam karena terkesan sembrono dan acuh terhadap wisata yang ada hal ini tentu sangat disayangkan, “Ujar Ahmad salah seorang wisatawan dari Jakarta”.

Disela-sela kehadiran kami beberapa rekan media baik media Delik Hukum, Aliansi Indonesia, dan rekan Warta Hukum sendiri, sempat mewawancarai salah satu tokoh Aliansi Indonesia Wilayah Sum-Sel Samsudin Djoesman beliau turut prihatin dan menyayangkan hal tersebut beliau berharap Pemerintah dalam hal ini Pemerintah Kota Pagaralam agar lebih serius karena obyek wisata yang ada ini bila dikelola dengan baik tentu akan lebih banyak menghasilkan PAD bagi Kota Pagaralam sendiri masyarakat dapat menambah penghasilan selain sebagai pemetik daun teh, “Ungkap Syamsudin Djoesman”.

Realita yang ada merupakan cambuk bagi Pemerintah daerah setempat agar lebih serius dala mengali Potensi yang ada, sehingga masyarakat dapat berdaya guna bagi kemakmuran masyarakat khususnya bagi Perintah Kota Pagaralam Sendiri. (Mingga Ardiansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *