Petani Sekarat Karena Air, Kabid dan UPT Pengairan Terkesan Tidak Peduli

WH Nganjuk : Warta Hukum
Upaya Camat Rejoso, Puguh Harnoto memfasilitasi penyelesaian masalah air yang mengancam pertanian 8 Desa di Rejoso tidak mendapat respon baik dari Kabid dan UPT pengairan wilayah Gondang. Kesan mengabaikan pelayanan masyarakat tampak dengan ketidakhadiran mereka dalam “rembug solusi” di Pendopo Kecamatan Rejoso.

Menindaklanjuti “aksi konsolidasi” 31/8/19 Hippa gabungan dan petani yang menuntut penghentian proyek plengsengan DAM Margomulyo Desa Banjarejo, Rejoso, Nganjuk. Agar giliran air waduk bening bisa dialirkan untuk sawah mereka yang sudah sebulan lebih tidak mendapat jatah air.
Aksi ini di respon cepat Kang Marhaen. Membuahkan kesepakatan bersama. Proyek dikerjakan sisi bergantian, pendangkalan dinormalisasi. Waduk bening menambah debit air sesuai kesepakatan 1,7 kubik/ detik.

Hingga Tanggal 2/9/19 air tak kunjung mengalir. HIPPA gabungan dan petani mengundang dinas pertanian melihat dampak di sawah yaitu hamparan jagung, kedelai dll yang mulai melayu, dan menelusuri saluran dari atas kebawah. Ditemukan lobangan-lobangan besar pencurian air dibagian atas.

Mengantisipasi benturan, Forpimca berinisiatif mengundang pihak terkait (2/9/19) untuk “rembug solusi” (berdiskusi). Dewan baru Hanura, Angga dan Arya, tanggap hadir disini. Pihak proyek sepakat siap membantu menutup lobang pencurian air didamping HIPPA gabungan dan keamanan. Petani siap mengawal dan mematuhi kesepakatan yaitu air dialirkan dengan mulai Tanggal 2 s/d Tanggal 24/9/19 dengan debit 2 kubik/ detik. Selanjutnya sistem 10 hari buka 10 hari tutup.

Tidak hadirnya Kabid, UPT pengairan Gondang dan 6 juru air ( datang 1 juru air) kesepakatan itu tidak bisa berjalan. Diduga ada kesengajaan karena dalam masalah pencurian air berhembus kabar tak sedap keterlibatan oknum dinas pengairan dan terjadi pungli. Bila memang benar ini terjadi, selayaknya hal ini diusut tuntas. ( RMB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *