Luar Biasa, Perekonomian Brebes Mengalami Lompatan Yang Signifikan

WH Brebes : Ditetapkannya Kabupaten Brebes menjadi Kawasan Industri Brebes (KIB) menjadikan perekonomian Brebes melompat jauh. Pertumbuhan ekonomi yang tadinya hanya 0,5 persen pertahun, bakal meloncat sangat signifikan menjadi 7 persen pertahun. Tentunya, peluang dan tantangan ini harus disikapi dengan berbagai langkah langkah strategis yang membumi sehingga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Brebes.

“Kawasan industri Brebes seluas 3.700 hekatare, akan memacu tumbuhnya perekonomian masyarakat,” ujar Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH pada rapat identifikasi kebutuhan program kegiatan, dalam rangka percepatan pembangunan Kabupaten Brebes di Baperlitbangda, Sabtu (7/9).

“Ini perintah langsung pak Presiden RI Jokowi, menjadikan Brebes sebagai kawasan industri baru guna mendorong tumbuhnya investasi dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Idza, pihaknya harus lari kencang bahkan meloncat untuk melalui tahap persiapan. Ada empat belas item yang musti digarap saat ini hingga 2024.

Diantaranya,  kesiapan lahan, tenaga kerja, energi kelistrikan, telekomunikasi, sanitasi, jaringan transportasi, perumahan pemukiman, pembuangan sampah, kebutuhan air baku, dan lain-lain.

“Brebes akan mengusulkan berbagai kebutuhan tersebut kepada Presiden, karena tidak bisa dipenuhi oleh daerah akibat keterbatasan anggaran,” ungkapnya.

Dengan KIB, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi yang semula 0,5 persen menjadi 7 persen.

Dampak sosial dari ekses lainnya juga dibahas pada rapat tersebut termasuk solusi yang ditawarkan. Yang jelas, Brebes menjadi Kawasan Industri di Jawa Tengah selain Kendal dan Borobudur yang digarap secara bersama-sama antara Pemkab Brebes, Pemprov Jateng dan Pemerintah Pusat.

Yang lebih penting juga adanya penyerapan pengangguran Brebes yang saat ini mencapai 8,47 persen.

Hal-hal yang akan dibangun untuk mendukung KIB antara lain merampungkan  Jalingkut, Fly Over Pejagan, Pelabuhan Tegal, Jalun kereta api ke pelabuhan, ketercukupan rumah hunian pekerja, bendungan karet Pemali, bendungan karet Babakan, normalisasi waduk Malahayu, pembuatan waduk Bantarkawung, distribusi pipa gas Cirebon-Semarang, gardu induk listrik Ketanggungan, PLTGU Batang, Terminal Agro Pemalang, dan Pariwisata Guci, Jalan akses ke jalan tol dengan peningkatan kualitas dan peningkatan kelas jalan dan lain-lain.

Rapat yang dipimpin langsung Bupati Brebes tersebut, didampingi Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT dan kepala Baperlitbangda DR Angkatno. Hasil rapat akan menjadi bahan usulan pada rapat tingkat Provinsi Jawa Tengah pada Selasa (10/9) di Semarang.

Seluruh Kepala OPD turut hadir dalam kesempatan tersebut dengan mengajukan usulan, sanggahan serta solusi yang ditawarkan. (Hryt/Wdn).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *