Dengan Metode Komsos, Babinsa Koramil 0816/03 Buduran Serap Aspirasi Warga Binaannya

WH Sidoarjo : Dimana pun tempat kita (Babinsa) bisa mengadakan komunikasi sosial dg masyarakat demi untk kedekatan Babinsa dengan warganya.

Ditempat warung kopi milik bapak Sugianto RT 37 RW 06 Dukuh Mlaten Desa Sidokepung Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo, Babinsa Desa Sidokepung anggota Koramil 0816/03 Buduran Serka Setyono melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan warga masyarakat di RT 47 RW 06 Dusun Mlaten Sidokepung

Komsos merupakan senjata andalan bagi para babinsa guna memantau dan mengetahui seluruh keadaan maupun permasalahan di desa binaannya.

Dalam giat Komsosnya Babinsa Desa Sidokepung Serka Setyono berharap masyarakat di Dusun Mlaten Desa Sidokepung ini selalu menjaga kekompakan antar warga, hidup gotong royong dan selalu menjaga Kamtibmas di kampungnya.

“Tujuannya satu yakni menciptakan Daerah yang kita cintai ini akan selalu kondusif aman dan tentram,” terangnya.

‎‎Sementara Danramil 0816/03 Buduran Kapten Arm Puji Wihardi menambahkan, salah satu agenda penting dalam pelaksanaan tugas sebagai Babinsa, adalah melaksanakan Komsos dengan semua elemen masyarakat dan Komsos ini diakuinya, merupakan Instruksi Komando Atas, karena dinilainya sangat efektif sebab Babinsa bisa langsung berkomunikasi dan bersentuhan dengan warga masyarakat.

“Salah satu tugas Babinsa yakni membangun Komsos ke semua lapisan masyarakat, agar bisa saling memberikan informasi, dan juga merupakan serap aspirasi keinginan dari bawah. Komsos ini pula sebuah tuntutan dari Komando atas agar bisa dilaksanakan dengan baik,” paparnya.‎

Sedangkan Bapak junaidi salah satu warga yang ikut Komsos tersebut mengakui sangat senang dapat berbincang – bincang dengan TNI ( Babinsa) , Komsos ini dapat memunculkan ide-ide baru dari hasil Komsos itu sendiri, sehingga dirinya dapat komunikasi langsung dengan aparat keamanan.

“Ini pengalaman tersendiri. Disamping bisa berkomunikasi langsung dengan petugas, juga untuk menyerap pengetahuan tentang pengamanan dan bela negara sehingga tercipta konduktivitas di desa ini,” pungkasnya.‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *