Balai Wartawanku Sayang, Balai Wartawanku Malang

WH Malang Raya : Geregetan akan sikap anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019, yang terkesan kurang bernyali dalam menuntaskan masalah Balai Wartawan, Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMATI) turun ke Lokasi gedung balai wartawan yang bangunannya sudah diratakan untuk melakukan pemasangan banner di depan gedung yang berada di Jalan Raya Langsep, Sukun, Kota Malang.

Dalam banner itu bertuliskan “BALAI WARTAWANKU SAYANG, BALAI WARTAWANKU MALANG”.

Aksi pemasangan banner ini sekaligus tuntutan kepada Pemkot Malang dan DPRD Kota Malang yang barusan dilantik, agar mengusut secara tuntas kasus penghilangan balai wartawan.

Koordinator AMATI, Doni mengatakan aksi ini sebagai tindak lanjut kekecewaan AMATI selama ini terkait surat permintaan hearing perihal polemik pemindah tanganan balai wartawan Malang.

Dalam suratnya, AMATI meminta dewan untuk mengundang seluruh pihak yang terkait dengan permasalahan balai wartawan. Akan tetapi beberapa kali berkirim surat, hal tersebut seolah tidak mendapat respon dan tangapan “Kami berharap anggota dewan yang baru dilantik periode 2019-2024 nantinya bisa menindaklanjuti,” tutur Doni saat ditemui di lokasi, Selasa (3/9/19).

Doni menegaskan pihaknya akan tetap konsisten mengawal kasus dugaan penyimpangan balai wartawan. Mengingat keberadaan balai wartawan ini sejatinya sangat dibutuhkan bagi teman-teman media dan masyarakat yang membutuhkan tempat menggelar kegiatan. Tetapi sangat menyesakan dada bila melihat bangunan tersebut yang sudah diratakan.

Sekadar diketahui, AMATI terus menyuarakan terkait pemindahtanganan Balai Wartawan Malang antara PWI dan Pemkot yang dinilai syarat penyimpangan. Hal ini kami mendesak semua pihak-pihak terkait untuk mengungkap persoalan tersebut. “Kami akan usut terus dugaan penyimpangan balai wartawan ini,” jelas Doni singkat. (Kie’)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *