GAIRAHKAN KEMBALI UMKM TANGGULANGIN

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Sidoarjo : Upaya untuk mempromosikan produk kerajinan Tanggulangin terus dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo. Salah satunya dengan mengadakan Pasar Kreatif Tanggulangin (PKT). Kegiatan yang dilaksanakan pada 2-4 November 2018 tersebut juga dimeriahkan dengan pemecahan rekor MURI “Mural Line Art Intako” di Lapangan Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin.

Selain rekor MURI, berbagai kegiatan juga dilakukan untuk menggairahkan sentra UMKM tersebut. Yakni, pasar UMKM dan bazar. Berbagai lomba akan memeriahkan kegiatan ini. Antara lain, lomba banjari, fotografi, band, dan desain fashion. Workshop dengan tema pemanfaatan limbah kulit, pelatihan sales dan marketing, Google ads, E-commers dan workshop fotografi juga akan dikemas dalam kegiatan tersebut.

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengatakan, kerajinan Tanggulangin sudah pernah menjadi trend setter pasar kerajinan kulit. Namun, dengan adanya semburan lumpur di Porong pada Mei 2006, ada dampak yang dirasakan. Karena itu, berbagai kegiatan akan terus dilakukan untuk mempromosikan produk berkualitas di Tanggulangin. “Kita juga pernah pameran ke luar negeri untuk mempromosikan produk Tanggulangin,” katanya.

Kegiatan PKT yang bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) juga untuk mempromosikan hasil karya UMKM yang ada di Tanggulangin. Pasar UMKM akan diikuti oleh perajin Tanggulangin dan keluarga besar toko permata Kepala Desa Kalisampurno Abah Nur, dengan menyajikan produk-produk unggulan yang memiliki kualitas ekspor.

Saiful Ilah menambahkan, Tanggulangin menjadi tempat kegiatan ini karena dianggap stategis serta selaras dengan tema yang ingin diangkat. Yaitu Rebranding Tanggulangin, yang memunculkan produk-produk perajin Tanggulangin yang menjadi salah satu ikon wisata belanja Kabupaten Sidoarjo.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo Fenny Apridawati mengatakan, event yang dilakukan di Tanggulangin sebagai bentuk dukungan Pemkab Sidoarjo terhadap kerajinan di Tanggulangin. Rebranding ini diharapkan menjadikan Tanggulangin sebagai kawasan jujukan wisatawan untuk berbelanja. “Pemkab juga melakukan pendampingan pada para perajin di Tanggulangin untuk terus berkembang,” katanya.

Ketua Koperasi Industri Tas dan Koper (Intako) Tanggulangin Ainur Rofiq mengatakan, pengembangan kawasan Tanggulangin perlu dilakukan agar perajin semakin berkembang. Selain sebagai wisata belanja, Tanggulangin juga akan dijadikan wisata budaya dan wisata edukasi.

Diharapkan para pengrajin di Tanggulangin semakin sejahtera. “Salah satu keunggulan perajin Tanggulangin adalah produknya berkualitas dan siap bersaing dengan produk lain,” pungkasnya. (Ali Santoso)