Pembentukan Tim SAR Dan Relawan Quick Respon Palu Donggala

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Jakarta : 27 Oktober 2018. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sebagai penghayatan : Pada September silam, Abang selalu mengingatkan bahwa : Kegiatan Yaskum Indonesia akan dimulakan pada Oktober, sehingga sementara fokus pada Kegiatan RASI. Pada bulan itu kita sudah menyusun sejumlah program yang akan segera diimplemetasikan. Salahsatu agenda adalah pembentukan Tim SAR dan relawan quick respon. Semua berjalan secara normal.

Hingga kemudian pada 28 September, kejadian gempa, tsunami dan likuifaksi itu menghantam Palu, Donggala, Sigi (Padagi). Apa yang terjadi kemudian? Seluruh potensi YI dan RASI secara autimatically terfokus pada “Kegiatan” YI di Palu. Hari-hari yang sangat sibuk bagi anggota YI dan ummat RASI. Mari kita lihat bagaimana Abang Bulganon Amir menghold seluruh agenda2 YI untuk menunggu hingga Tanggal 28 September itu tiba. Secara hakikat saya ingin menyatakan, bahwa Abang menunggu moment itu untuk YI bergerak dan menjadikan sebagai praktek kerja nyata atas seluruh pemahaman dan penghayatan kita.

Sekali lagi saya ingin menyatakan betapa beruntungnya kita sekalian yang bisa melihat hakikat dari yang nampak dan kasat mata. Kita akan selalu menemukan dan mengenali apa yang terubahkan pada diri di atas ketidakmengertian kita lalu selanjutnya menjadi pengetahuan.

Benar adanya, kita telah berada di atas Geladak Safinatun Najah (kapal penyelamat) yang akan selalu bersuka ria dalam mengarungi samudera kehidupan. Semoga kita senantiasa diberkahi dari sisi-NYA. Amiin Allahuma Amiin. (Korlip Nasional Ahmad Safei. SH).
Posko bersama YI