Proyek Pembangunan Tol Serpong Cinere, RW 08 Merasakan Dampak Negatifnya

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Tangsel : Pembangunan Jalan Tol Serpong Cinere (Sercing) sepanjang 12 kilometer (km)  yang masih dalam proses pengerjaan ,kini membawa dampak lingkungan bagi warga diwilayah Rukun Warga (RW) 008, di Kelurahan Serua Indah, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Rabu ,(24/10/2018).

Salah satu Warga yang tidak ingin disebutkan namanya itu menyampaikan “Kami tidak melarang pembangunan Jalan Tol Serpong Cinere yang pembangunannya berada di Wilayah kami RW 008, tetapi dampak dari pembangunan jalan tol ini terhadap Masyarakat tolong disikapi,” tuturnya.

Lanjut ia menambahkan, kajian dampak fisik yang terjadi  di lingkungan kami  sebelum proyek dimulai tidak kami rasakan. “selain dampak lingkungan yang terjadi sekarang ,beberapa bulan yang lalu Masyarakat RW 008 juga merasakan dampak buruk yang terjadi akibat pembangunan tol ini yaitu dengan warga yang terkena alergi  ,sesak nafas yang dirasakan oleh anak anak hingga orang tua  yang terkena debu  , hingga air yang tercemar  karena pembangunan tol tersebut, dan sekarang akibat dari pembangunan tersebut berdampak pada lingkungan yaitu  hampir semua jalur jalan menjadi  berubah, dimana  jalan tersebut bertabur tanah merah dan jarak tempuh kian panjang, dan kini area dalam tahap pembangunan tol tersebut  menjadi berdebu mulai dipagi hari hingga  sore  hari menjadi macet.

“ Tidak hanya itu yang menjadi dampak  bagi kita semua  tapi sekarang yang ada adalah hembusan truk, trailer, truk tanah dan kendaraan-kendaraan berat lainnya tiada henti. Asap hitam, suara bising, klakson terus menghantui kami dari mulai bangun tidur di pagi hari sampai malem hari  dan seterusnya,” ujar dia lagi. “Ampun kampung kita sekarang jadi neraka dunia. Sesak tidak bisa bernapas. Bising, budeg,” tuturnya

Suyatno selaku  pemerhati lingkungan Kota Tangsel menambahkan “dirinya prihatin melihat dampak dari pembangunan jalan Tol Serpong Cinere terhadap lingkungan RW 008. Apalagi kini saat proyek jalan tol  berlangsung lalu lintas di sekitar area pembangunan yang dilewati kendaraan berat proyek berdampak pada jalan dan kemacetan.

“Udara di sekitar pengerjaan proyek menjadi tercemar karena penggunaan alat berat yang digunakan. Sedangkan dari aspek sosial adanya konflik yang terjadi karena ada sikap pro dan kontra di masyarakat terhadap pembangunan proyek Tol Sercing. Penduduk di sekitar area pengerjaan proyek jalan tol akan merasakan suara kebisingan dikarenakan penggunaan alat berat yang dipergunakan dalam pengerjaan proyek,” terang dia.

Ketua RW 008 Nanang Maryadi  yang menjelaskan” bahwa lingkungan RW 008 memiliki sembilan rukun tetangga (RT)  dan berdampak langsung dengan pembangunan jalan Tol Sercing” ucapnya

Sementara itu , Andra Perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel sudah datang  untuk menginvestigasi  dan menganalisa  atas dampak  terhadap warga yang terdampak akibat pembangunan jalan tol.

Menganalisis dan kajian lingkungan hidup  untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangsel.  Atas dampak pembangunan jalan tol Serpong  Cinere ini Banyak pelaku usaha yang berada di jalur pembangunan jalan tol  tersebut dengan terpaksa harus merelakan usahanya untuk ditutup .” (Martin/Marice)