Miris, Pemilik Proyek Mengancam Setelah Ditinjau Oleh Lembaga Dan Kejari Sampang

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Sampang : Salah satu proyek (CV) yang merupakan rekanan dari Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang terkait program Jaminan Aspirasi Rakyat (Jasmas) dengan pekerjaan fisik berupa “Saluran Air Gendong” berlokasi di Dusun Durbugen Desa Lar-Lar Kecamatan Banyuates tersebut oleh salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) KPK RI Sampang diduga atau terindikasi banyak melakukan kesalahan dan penyelewengan serta tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Belanja (RAB).

Karena adanya dugaan dan indikasi tersebut maka pada Selasa (16/10/2018) sekitar pukul 13.00 wib LSM KPK RI dengan Ketua Sahidi, beserta dari Kejari dan petugas PUPR Sampang melakukan peninjauan ke tempat tersebut.
Sesampainya ke lokasi pekerjaan fisik itu, ketua LSM KPK RI langsung dihadang oleh pemilik proyek yang bernama inisial “RS” (40 th), bahkan “RS” bersama rekan-rekannya sempat memegang batu berukuran sambil mengeluarkan kata-kata ancaman pembunuhan terhadap Sahidi.
“Tujuan kami dengan 2 anggota bersama Kejari bernama Bapak Munarwi dan petugas PUPR Bapak Fajar Arip ingin melakukan peninjauan karena dalam pengerjaannya terindikasi tidak sesuai dengan RAB, sehingga merugikan keuangan Negara dan Sesampainya di lokasi kami dihadang dan melontarkan kata-kata kotor sampai ke ancaman pembunuhan”, Ungkap Ketua LSM KPK RI itu.

Kemudian Sahidi menambahkan, “Terkait dengan adanya ancaman pembunuhan yang dilontarkan oleh” RS” maka pada hari ini yaitu Rabu (17/10 /2018), kami bersama rekan-rekan melakukan pelaporan ke Mapolres Sampang dan minta petunjuk kepada Kasat Intel, kemudian Beliau menyarankan ke SPKT, setelah itu surat turun ke Sat Reskrim Kanit 1 Pidum Ipda Andrik Sujarwanto dan pelaporan langsung di Sidik oleh Beliau dengan Nomor STTPL/B/273/X/2018 /JATIM /RES. SAMPANG.

Jadi harapan dan tujuan kami melakukan tindakan pelaporan ini agar kedepannya pihak rekanan atau proyek (CV) tidak mengutarakan kata-kata kotor sampai ke ancaman pembunuhan dan dan sekaligus dalam pekerjaannya tidak melakukan penyelewengan serta sesuai dengan RAB, sehingga tidak merugikan keuangan Negara”, Imbuhnya.  #(Is-one)#