ENAM TAHUN DANA SUMBANGAN SISWA MENGENDAP, WALI MURID TUNTUT REALISASI

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Brebes  : Permendikbud 60/ 2011 tentang Larangan Pungutan Biaya Pendidikan pada Sekolah Dasar dan Menengah sudah dicabut. Gantinya ada Permendikbud 44/ 2012. Di dalamnya membuka pintu adanya sumbangan dari orang tua yang sifatnya sukarela dan tidak ditentukan jumlahnya.

Namun meski demikian praktek pungutan masih saja marak terjadi pada dunia pendidikan, bahkan di salah satu Sekolah, dana pungutan yang mengatasnamakan dana sumbangan kenang kenangan kelulusan siswa mengendap hingga 6 tahun tak di realisasikan pada rencana kegiatan.
Seperti yang di beberkan Agus, Ketua Komite SD Baros Kecamatan ketanggungan Kabupaten Brebes, Selama beberapa tahun pihak sekolah telah menarik sumbangan, namun hingga kepala sekolah telah di mutasi ke sekolah lain, sumbangan yang diduga di simpan kepala sekolah baru di realisasikan peruntukanya setelah di tekan pihak kepala sekolah yang baru.

“Hingga saat ini siswa telah kelas 3 SMA, Sumbangan kenang kenangan kelulusan siswa dari mereka baru di realisasikan oleh kepala sekolah yang lama, itupun setelah kami meminta bantuan dari kepela sekolah yang baru” Kata Agus, Komite SD Baros 3. Agus melanjutkan, Sumbangan yang di simpan Kepsek SD Baros 3 yang lama sejumlah 60juta telah dikembalikan ke pihak sekolah dan saat ini sedang di gunakan peruntukanya untuk pembangunan pagar keliling.

Sayangnya meski sumbangan yang mengendap telah di kembalikan, Komite SD Baros 3 tersebut masih menyimpan keluh kesah menjadi Komite. “jujur kami sebagai komite merasa kurang sreg, disaat pihak sekolah menarik sumbangan, komite yang di ajukan, namun disaat uang terkumpul, komite tidak di libatkan, sehingga ketika wali murid merasa telah memberikan sumbangan dan di rencanakan untuk pembangunan namun tidak terealisasi, Masyarakat mengira sumbangan tersebut di tilep komite padahal komite tidak tahu keuanganya” Keluhnya.

Sementara M Edi Setiyadi, Kepala Sekolah SD Baros 3 yang saat ini telah di tugaskan di SD ketanggungan 7 menjelaskan, dana tersebut sengaja di kumpulkan lama agar cukup untuk di realisasikan peruntukanya yaitu pembuatan pagar keliling.

“Dana tersebut bukan sengaja mengendap namun menunggu hingga dana terkumpul tercukupi untuk pembuatan pagar keliling, dan telah kami realisasikan pada peruntukanya meski terlambat” dalih Edi.

Menyikapi hal tersebut, salah satu penggiat anti rasuah, Fajar, kepada media menegaskan”. Apapun alasanya pungutan tidak di benarkan karena peran serta masyarakat pada pendidikan sudah di atur pada Perpres Nomor 87 Tahun 2016 dan Permendikbud Nomor 44 tahun 2012, apalagi sumbangan siswa mengendap hingga 6 Tahun dan baru di kembalikan setelah adanya penekanan pihak kepala sekolah yang baru” tegasnya.

“ Kami berharap dari Dinas terkait segera membuat ketegasan dengan memberikan sangsi tegas, karena di duga praktek praktek pungutan seperti ini masih marak terjadi dan agar jangan terulang sehingga Masyarakat yang di rugikan” Lanjutnya lagi.

Dinas Pendidikan melalui kepala UPTD ketanggungan Abdul Majid saat di mintai tanggapan hanya no coment dan hanya berharap permasalahan ini dapat di selesaikan dengan baik. “Kami hanya berharap permasalahan ini bisa di selesaikan dengan baik” Ujar Majid.(Jroy, RN)