PROJO CURI START, KAMPANYE DAMAI GAGAL, SBY DAN ZULHAS WALK OUT

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Jakarta : Baru saja genderang pesta demokrasi ditabuh, sejumlah pelanggaran kampanye sudah tersaji di depan mata publik. Seperti dalam Deklarasi Kampanye Damai di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Minggu (23/9/2018) pagi. Iven yang seharusnya memjadi ajang unjuk sportivitas, justru dinodai dengan bertebarnya atribut kampanye salah satu kandidat. Ini menunjukkan, sejak awal kampanye damai sudah gagal.

 

 

Pada deklarasi yang diikuti dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, serta ratusan pendukung, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mewajibkan sebagian peserta menggunakan pakaian adat daerah. Peserta juga dilarang membawa atribut kampanye, karena sudah difasilitasi oleh KPU.

Sayang, aturan itu tidak diindahkan oleh salah satu pendukung calon, yakni dari kubu Jokowi-Ma’ruf. Sejumlah simpatisan pendukung petahana, terutama perwakilan dari PDI Perjuangan dan PKB, hadir ke acara dengan membawa bendera dan poster kandidat mereka. Tampaknya mereka hendak curi start di acara yang seharusnya netral.

Salah satunya dari relawan Projo (Pro Jokowi) yang membawa sejumlah bendera berukuran besar berwarna merah dengan gambar kepala Jokowi. Begitu pula dengan rombongan dari PKB. Hampir semua peserta membawa poster bertuliskan “Jokowi Amin, Indonesia Maju,” disertai nomor urut kandidat ini yang ditulis besar-besar.

 

Padahal, KPU sudah mewanti-wanti peserta deklarasi agar tidak membawa atribut kampanye. Ada tiga aturan yang harus dipatuhi peserta, salah satunya, seluruh peserta karnaval jalan kaki tidak diperkenankan membawa alat peraga kampanye, karena sudah difasilitasi oleh KPU.

Kelakuan relawan Jokowi Amin ini, tidak hanya melanggar aturan deklarasi, tapi juga tidak beretika. Mereka telah merusak tujuan utama dari diselenggarakannya kampanye damai. Bagaimana ke depan bisa damai, jika salah satu pihak tidak memiliki niat yang tulus untuk berkompetisi dengan jujur.
(Jaynuddin)