SAMUDERA NAN LUAS ?

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Oleh: Umar Usman

WH Jakarta : Ibarat lautan terbentang luas. Tenang, berombak, berangin sepoi-sepoi, badai, topan, dan tsunami itulah jiwa-jiwa kuat “para Pengayom”. Mental dan karakternya: “setegar batu karang!”

Keteduhan dan ketenangan lautan nan biru ibarat keluwesan dan kematangan pemikiran “para Pengayom”. Buah pikiran, budidaya, karya dan kifrah “para Pengayom”, adalah mumpuni, arif, dan bijaksana.

Keindahan dan kedalaman lautan menyimpan mahkota mutu-manikam. Segala jenis ikan, mutiara nan indah, biota laut, segala jenis flora dan fauna lautan tersedia. Ibarat keindahan dan kedalaman lautan “para Pengayom” , hidupnya banyak kemanfaatan untuk sesama manusia. Jiwa-jiwa patriotik yang selalu mengayomi, mengasihi, dan menyayangi. Kehidupan “para Pengayom”, adalah cerminan manifestasi Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Lautan nan luas pastilah asin rasanya? Benar adanya, rasa air laut adalah asin! Ibarat rasa asinnya lautan, itulah karakter hidup “para Pengayom”. Betapa pun banyaknya segala permasalahan umat yang dihadapi, kesulitan, kesedihan, kegagalan, dan segala hal ikhwal problema umat semua ditumpahkan kepada “para Pengayom”. Namun segala problema rasa asinnya umat-umat tak kan terasa oleh “para Pengayom!” Sebanyak apapun garam dibuang dan ditumpahkan ke lautan maka lautan nan luas siap menampungnya. Dan “para Pengayom” senantiasa legowo, welas asih, tepo seliro. Karena habit dan karakter “para Pengayom”, adalah asah, asih, dan asuh!

Destinasi “para Pengayom hebat zaman now”, adalah tanjung harapan kita bersama. Pengayom RASI!
Salam welas asih!. (Korlip Nasional. Ahmad Safei. SH.)

Kembangan, 20 September 2018
*photo koleksi Wira Kesatria