Kesepakatan Dalam Persalinan Untuk Mencegah Resiko Hal Yang Tidak Di Inginkan.

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Bogor : Pertemuan Parahu, Lintas Program dan Lintas Sektoral dalam rangka meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak yang berada di Wilayah Se-Kecamatan Tenjo. 20/09/2018.

Turut Hadir Asnan Camat Tenjo, Dr. Hendrayati Ipango Ketua Puskesmas Tenjo, Dr. Dian Sulastri Ketua Puskesmas Pasar Rebo, Yeni Sri Ketua TP PKK Kecamatan. Tenjo, Kepala Desa Iwan, Kades Udin, Sekdes Azis Mustofa, para Paraji, para Bidan Desa, Madrodji Perwakilan dari Polsek Parungpanjang, Yudho Purwoko Danposmil Tenjo Koramil 2119 dan Muspika/Dan.

Camat Asnan berharap agar nantinya para Paraji dan juga Bidan Desa selalu berkomunikasi terutama dalam proses persalinan yang ditujukan untuk antisipasi mengurangi angka kematian pada Ibu dan Bayi saat melahirkan, dengan tindakan medis sesuai prosedur,” ujarnya ”

Sedangkan Dr. Hendrayati Ipango Ketua Puskesmas Tenjo berharap semoga dengan Kegiataan ini dapat memberikan pemahaman serta arahan dengan kompetensi yang bermanfaat, sedangkan jumlah Paraji untuk Wilayah Kec. Tenjo sekitar 30 Paraji, kamipun selalu memberikan arahan dalam penanganan Medis yang bermanfaat,” ungkapnya ”

Dr. Dian Sulastri Ketua Puskesmas Pasar Rebo menjelaskan jika dalam pertemuan Paraji Lintas Program dan Lintas Sektoral dalam rangka untuk meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak terutama untuk wilayah Kecamatan Tenjo, serta dalam acara ini telah diterangkan tentang kesepakatan Tindak lanjut kemitraan Bidan dengan Paraji seperti untuk Pihak Paraji wajib melaporkan Ibu hamil baru di Wilayah tempat tinggalnya kepada Bidan Desa atau Bidan Puskesmas, wajib memberikan rujukan jika terjadi resiko tinggi, dilarang menolong persalinan sendiri dan harus merujuk Ibu Hamil (Bersalin) ke Bidan, apa bila ada paraji yang tetap menolong persalinan sendiri akan dikenakan sanksi berupa teguran dari Pemerintah tingkat Desa, sedangkan jika melanggar sebanyak tiga kali akan mendapatkan teguran dari Pemerintah Kecamatan.

Ia menambahkan kesepakatan untuk para Bidan yaitu Bidan wajib melakukan pencatatan sasaran KIA dan KB di Desa, wajib melakukan pertolongan persalinan di Desa (Polindes, poskesdes, Pustu, puskesmas ), semoga kesepakatan itu nantinya dapat bermanfaat juga bagi ibu – ibu yang akan melakukan persalinan tanpa terkendala hal yang tidak di inginkan,” ujar Dr. Dian “. (Galih, Marman, Bebeng)