Haul Agung Makam Loloran Dharma Camplong.

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Sampang : Sebagai bentuk tasyakkuran Masyarakat Loloran Dharma Camplong kembali menggelar acara rutinitas tahunan. Yang dikemas dalam acara pengajian umum, sekaligus Haul Makam Loloran dan sesepuh keluarga besar Abdul Kari. Pada hari Rabu 19-09-2018, Jam 20.00 Wib.

Sebagai master of ceremony Ust. Syaiful anam, adapun susunan acara yang di gelar dalam pengajian umum di antaranya, KH. Hasan Basri (pembukaan) di lanjut dengan lantunan kalam ilahi sekaligus sanjung madah kepada syang baginda nabi besar Muhammad SAW oleh Ust. Kamaluddin. Bpk. Nizar, S. Pd. I (sambutan ketua panitia) dan Bapak Kepala Desa Dharma Camplong (Muhammad Amin). Kemudian dilanjut dengan fatwah islami atau mauidotul hasanah yang pertama oleh Pengasuh Pondok Pesantren Daruttauhid (KH. Ali Karral )dari Lenten Proppo dan fatwah yang kedua oleh KH. Umam Abdul Azis dari Sampang, dan sebagai acara pamungkas (Do’a) olen R. Hannan Aliwafa.

Sedikit kami (media WH) kutip apa yang sudah disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Daruttauhid (KH. Ali Karral) masih dalam seputar pergantian tahun baru hijriyan menghimbau kepada ribuan pengunjung yang hadir, jangan pernah melupakan apa yg sudah d kerjakan pada tahun sebelumnya dengan memperbanyak istigfar (taubat), kemudian memperbaiki di tahun yang sekarang kita singgahi, dan berusaha mengerjakan apa yang sudah diperintahkan oleh sang pencipta dan menjahui segala apa yang dilarangnya.

Dan jangan sekali membiarkan segala perbuatan yang berhubungan dengan dosa. Bersentuhan yang bukan mukhrim apa lagi keduanya sedah bersetatus sama-sama memiliki keluaraga, apalagi mengarah dalam perbuatan zina, karena predikat atau sebutan pekerjaan yang yang sudah dikerjakan adalah Zina Mukhson. Jangan sekali memanjakan putra putrinya, karena yang demikian jelas akan mengacu kepada istilah senjata makan tuan, artinya orang tua mengorbankan anak selama di dunia, maka tuntutan seorang anak kepada orang tuan yaitu di akhirat nanti, Ungkap beliau KH. Umam Abdul Azis. Acarapun berahir pada Jam 23.00 yang ditutup dengan pembacaan do’a oleh R. Hannan Ali Wafa. (TOLLIP)