Pemerintah Desa (PEMDES) Desa Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya Dinilai Cuek Terhadap Wartawan

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Tasikmalaya : Pemerintahan Desa (PEMDES) desa Cipatujah Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya dinilai sangat cuek terhadap wartawan, hal tersebut sungguh sikap yang tidak lanyak dicontoh yang dilakukan perangkat desa dimana saat hendak ditemui awak media nampak sangat cuek terhadap wartawan. Hal ini terjadi kepada dua orang wartawan yakni Warta Hukum dan Detak Jakarta Sabtu 15/09/2018.

Pada saat tiba di Kantor Desa Cipatujah Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya kami langsung menuju ruangan kepala desa yang ada di lantai dua, namun sesampainya didepan pintu ruangan, “Yoyo Sunaryo selaku kepala desa sudah bersiap siap hendak pergi menghadiri kegiatan yang ada di salahsatu sekolah di kecamatan Cipatujah, sehubungan dengan waktu yang terburu-buru pada akhirnya Yoyo tidak bisa berbincang-bincang dengan pihak kami sehingga melakukan pamitan, “Maaf sehubungan saya ada rapat, saya tidak bisa ngobrol lama, karena secara kebetulan saya adalah komite sekolah, dan saat ini saya sedang ditunggu, jadi lanjutkan saja berbicara nya dengan Staf saya, “Tegas Yoyo sambil memanggil stafnya.

Tidak lama kemudian salahsatu staf menghampiri kami di meja tamu yang berada di lantai dua yang letaknya didepan ruang pelayanan, namun sangat disayangkan pada saat kami konfirmasi tentang pekerjaan program Pengembangan Insfratruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) tahun anggaran 2018 yang ada di wilayah kecamatan Cipatujah, seorang staf tersebut hanya menjawab beberapa kalimat saja, dan selanjutnya meninggalkan kami dari meja tamu tanpa pamit sedikitpun, dan terlihat langsung duduk sambil ngutak ngatik mouse komputer yang ada di meja kantornya.

“Sikap seorang staf desa tersebut sangatlah tidak pantas untuk dicotoh dan sangat tidak etis, karena yang dipertontonkan oleh seorang staf tersebut bukan mencerminkan sikap dari seorang pelayan masyarakat, yangmana dinilai tidak menghargai keberadaan media selaku mitra. (Chefy)